Perusahaan bahkan mempunyai sejumlah fasilitas eksklusif yang jarang dimiliki perusahaan lain, termasuk helikopter pribadi.
Tak hanya berfokus pada produksi rokok dan kertas rokok, Gudang Garam juga aktif dalam program tanggung jawab sosial, seperti mendukung olahraga tenis meja dan aktif menyalurkan beasiswa pendidikan.
Memasuki tahun 1990-an, Gudang Garam lantas menjelma jadi salah satu konglomerasi terbesar diurutan kelima di Indonesia. Rendahnya utang luar negeri menjadikan perusahaan tahan terhadap krisis Asia yang terjadi pada tahun 1997–1998.
Kemudian, pada 27 Agustus 1990, Gudang Garam secara resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya, dengan mayoritas saham dikendalikan oleh keluarga pendiri melalui PT Suryaduta Investama.
Gudang Garam tercatat menguasai sekitar 21 persen pangsa pasar rokok nasional pada tahun 2017.
Masih di tahun yang sama, Japan Tobacco lantas mengakusisi dua anak perusahaan Gudang Garam, yaitu PT Karyadibya Mahardika dan PT Surya Mustika Nusantara. Meskipun semlat beredar rumor akuisisi penuh, namun perusahaan menepis isu tersebut.
Sejak tahun 2021, Gudang Garam melakukan inovasi dengan masuk ke bisnis rokok elektrik melalui pembentukan tiga anak usahanya.
Satu tahun berselang, tepatnya pada 2022, perusahaan resmi mendirikan PT Surya Kerta Agung untuk membangun jalan tol. Gudang Garam juga menyalurkan investasi sebesar Rp 1 triliun untuk pembangunan dan pengelolaan Bandara Dhoho Kediri lewat PT Surya Dhoho Investama.
Berapa karyawan Gudang Garam?
Baca Juga: Puluhan Ribu Pekerja Kena PHK di Tengah Badai Persaingan Industri Otomotif
Sebagai salah satu industri rokok terbesar di Indonesia, PT. Gudang Garam Tbk. memiliki jumlah karyawan yang puluhan ribu orang. Menurut data pada tahun 2020, perusahaan memperkerjakan 30.940 karyawan.
Jika dibandingkan dengan isu PHK tersebut, maka jumlah ini diperkirakan hanya berkurang 1-10% saja.
Sebanding dengan jumlah karyawan yang sangat banyak, mobilitas di PT. Gudang Garam Tbk pun juga tinggi. Untuk mendukung dan menjaga produktivitas agar tetap baik, PT. Gudang Garam Tbk juga menyediakan sarana dan prasarana para karyawan tersebut. Sementara, menurut data tahun 2024, Gudang Garam yang didirikan pada tahun 1958 mempekerjakan 28.600 karyawan.
Isu PHK massal ini semakin memperburuk kondisi Gudang Garam di tengah penurunan laba bersih perusahaan tersebut. Pada bulan Juni 2025, laba bersih perusahaan berkode saham GGRM tersebut sepanjang tahun 2024 yaitu Rp 980,8 miliar.
Jumlah ini anjlok sebesar 81,57 persen dibandingkan pada tahun 2023 yang bisa mencapai Rp 5,32 triliun.
Angka penurunan ini juga didukung langkah perusahaan yang mulai mengurangi pembelian tembakau.
Pada 2024, Gudang Garam secara resmi berhenti membeli tembakau asal Temanggung. Kebijakan tersebut kemudian berlanjut pada tahun 2025.
Berita Terkait
-
Viral Karyawan Kena PHK Massal, Pemilik Gudang Garam Masuk 50 Orang Terkaya di Indonesia
-
Berapa Tarif Cukai Rokok 2025? Viral Isu PHK Massal Gudang Garam
-
Profil Susilo Wonowidjojo, Bos Gudang Garam Hadapi Isu PHK Massal
-
Apakah Bos Gudang Garam Merokok? Ini Fakta Menarik Susilo Wonowidjojo
-
PHK Massal di Gudang Garam Jadi Tanda Ekonomi Indonesia Masih Rapuh
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Tiket KA Lebaran dari Gambir dan Pasar Senen Ludes 625 Ribu, 18 Maret Jadi Tanggal Favorit
-
Pensiunan Didorong Tetap Produktif Lewat Program Pemberdayaan
-
BI Catat Indeks Keyakinan Konsumen Turun pada Februari
-
InJourney Hospitality Kembalikan Operasikan Hotel Bersejarah di Dekat Malioboro
-
Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut
-
Bahlil Gunakan Jurus B50 dan E20 untuk Hadapi Minyak Dunia yang Mendidih
-
PT TASPEN Imbau Pensiunan Waspada Penipuan, Tegaskan THR Langsung Masuk ke Rekening
-
Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipotong, Tapi Belanja Diperketat
-
Purbaya Salahkan Ekonom soal Rupiah Lemah ke Rp 17 Ribu hingga IHSG Jeblok
-
Bahlil Minta Warga Tak Panik, Jamin Stok BBM Aman dan Harga Subsidi Tak Naik