- KemenPPPA membuka program pelatihan gratis perawat lansia (caregiver) yang bakal dikirim ke Singapura.
- Kuota 200 peserta disiapkan untuk gelombang bulan September 2025.
- Gaji bisa mencapai dua digit per bulan, dengan syarat dan cara pendaftaran berikut ini.
Selain gaji yang menggiurkan, Anda biasanya juga akan mendapatkan fasilitas tambahan seperti:
- Akomodasi atau tempat tinggal yang layak.
- Tunjangan makan.
- Asuransi kesehatan.
- Hari libur dan cuti yang jelas sesuai peraturan ketenagakerjaan Singapura.
Dengan fasilitas tersebut, Anda bisa lebih fokus bekerja dan menabung untuk masa depan.
Syarat dan Cara Mendaftar Caregiver KemenPPPA ke Singapura
Tertarik untuk bergabung? Tentu ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.
Meskipun persyaratan bisa sedikit berbeda di setiap angkatan, secara umum kualifikasinya adalah sebagai berikut:
- Perempuan, Warga Negara Indonesia.
- Berusia minimal 25 tahun.
- Pendidikan minimal SMA/sederajat.
- Bisa berbahasa Inggris
- Sehat jasmani dan rohani.
- Memiliki dokumen diri yang lengkap (KTP, KK, Ijazah, buku nikah/akta cerai).
- Mendapat izin dari keluarga atau wali.
- Memiliki motivasi tinggi dan berkomitmen untuk mengikuti pelatihan hingga selesai.
Bagaimana cara mendaftarnya?
Informasi pendaftaran program pelatihan caregiver ini biasanya diumumkan secara resmi melalui situs web dan media sosial KemenPPPA.
Sementara untuk gelombang bulan September ini pendaftaran pelatihan perawat lansia yang akan dikirim KemenPPPA ke Singapura dapat dilakukan melalui link berikut:
https://bit.ly/CaregiverSingapura
Setelah mendaftar secara online di tautan tersebut, pastikan anda melakukan tahap berikutnya, yaitu tes kesehatan atau medical checkup (MCU) di tempat yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Daftar Instansi yang Membuka Lowongan PPPK Paruh Waktu 2025, Berikut Jadwal dan Alurnya
Untuk cek tempat dan jadwal MCU di sarana kesehatan yang telah ditetapkan, silahkan cek di https://www.bp2mi.go.id/lembaga-detail/daftar-sarana-kesehatan-per-agustus-2025
Jangan percaya pada informasi dari sumber yang tidak jelas.
- Pantau Situs Resmi: Selalu cek situs web kemenpppa.go.id untuk pengumuman terbaru.
- Ikuti Media Sosial: Follow akun Instagram resmi https://www.instagram.com/kemenpppa/ untuk mendapatkan informasi real-time.
- Siapkan Dokumen: Mulai siapkan dokumen-dokumen yang diperlukan dari sekarang agar tidak terburu-buru saat pendaftaran dibuka.
Mengapa Singapura Jadi Tambang Emas bagi Caregiver?
Anda mungkin bertanya, mengapa Singapura? Jawabannya sederhana: demografi. Singapura adalah salah satu negara dengan tingkat penuaan populasi (ageing society) tercepat di dunia.
Semakin banyak warganya yang memasuki usia senja, permintaan akan tenaga perawat lansia yang kompeten dan profesional meroket tajam.
Kondisi ini menciptakan sebuah peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia. Pemerintah Singapura menetapkan standar yang tinggi untuk perawatan lansia sehingga para caregiver di sana dianggap sebagai tenaga profesional yang krusial.
Bekerja di lingkungan dengan standar kesehatan dan kesejahteraan yang tinggi tidak hanya menjanjikan gaji yang layak, tetapi juga lingkungan kerja yang terstruktur dan aman.
Ini adalah kesempatan langka untuk membangun karir, bukan sekadar menjadi pekerja. Anda akan menjadi seorang profesional terampil yang dihargai di tingkat global. Jangan biarkan kesempatan ini lewat begitu saja. Wujudkan mimpimu bekerja di luar negeri secara aman, profesional, dan membanggakan!
Segera kunjungi situs resmi KemenPPPA dan ambil langkah pertamamu menuju Singapura!
Berita Terkait
-
Daftar Instansi yang Membuka Lowongan PPPK Paruh Waktu 2025, Berikut Jadwal dan Alurnya
-
Apa Itu Asisten Bisnis Koperasi Merah Putih? Cek Tugas, Gaji dan Cara Daftarnya
-
Perbankan Ini Buka 1.000 Lowongan Kerja di Eropa, Minat Kirim CV?
-
Lolos Seleksi Lowongan PMO Koperasi Merah Putih, 4 Mobil Bekas Ini Bisa Jadi Wishlist Kamu
-
Lowongan Kerja Kemenkop: Usia Maksimal 60 Tahun, Gaji 7 Jutaan, Cek Syaratnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027