-
BRI Peduli meluncurkan program "Jaga Sungai, Jaga Kehidupan" di Tukad Badung, Bali, untuk memperingati Hari Sungai Sedunia, dengan fokus mengajak generasi muda terlibat aktif dalam edukasi dan aksi bersih sungai.
-
Aksi nyata program ini meliputi pemasangan penghalang sampah (Trash Barriers) dan edukasi pilah sampah, di mana sampah organik diolah menjadi kompos/biogas dan anorganik dicacah untuk dijual.
-
Program ini merupakan kolaborasi BRI dengan Yayasan Sungai Watch Indonesia yang telah berjalan sejak 2020 dan di Tukad Badung telah berhasil memasang 18 trash barrier dan mengumpulkan lebih dari 64 ton sampah anorganik.
Suara.com - Menjaga sungai adalah upaya nyata untuk menjamin kelangsungan masa depan lingkungan.
Tindakan sederhana seperti tidak membuang sampah, mengurangi pemakaian plastik, dan berpartisipasi dalam aksi bersih sungai merupakan langkah-langkah konkret dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem alam.
Bertepatan dengan Hari Sungai Sedunia yang diperingati setiap Minggu keempat di bulan September, BRI Peduli meluncurkan program “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan”.
Program ini secara khusus mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan bersih-bersih dan edukasi lingkungan di Tukad Badung, yang terletak di Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Bali.
Fokus Aksi di Tukad Badung dan Pemasangan Penghalang Sampah
Aktivitas yang dilakukan di Tukad Badung—sebuah kawasan konservasi di Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali—tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik.
Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, kegiatan ini sekaligus menjadi titik balik untuk membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan generasi muda.
"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi timbunan sampah di aliran sungai, tetapi juga untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sumberdaya alam,” ungkap Dhanny.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pemasangan penghalang sampah (Trash Barriers) untuk mencegah sampah kembali memasuki aliran sungai.
Baca Juga: Link Live Streaming Dewa United vs Persebaya Surabaya di BRI Super League
Selain itu, edukasi pilah sampah menjadi komponen penting dalam kegiatan ini. Sampah organik yang berhasil dipilah akan dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat, seperti menjadi pupuk kompos, pakan ternak tambahan, kebutuhan urban farming, hingga diolah menjadi biogas.
Sementara itu, sampah anorganik akan dicacah menggunakan alat khusus untuk kemudian dijual kepada pengepul sampah.
Program BRI Peduli “Jaga Sungai Jaga Kehidupan” bukanlah inisiatif baru.
Dhanny menyebutkan bahwa program ini sudah berlangsung sejak 2020 dan telah berhasil merevitalisasi lebih dari 100 sungai di berbagai wilayah Indonesia melalui pemberdayaan masyarakat berbasis padat karya.
Dalam pelaksanaannya di Tukad Badung, BRI menggandeng Yayasan Sungai Watch Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi tinggi dalam melindungi kebersihan sungai, terutama dari pencemaran sampah plastik.
Sejak awal 2025, kolaborasi antara BRI dan Sungai Watch telah mencatat pencapaian mengesankan, antara lain:
- Berhasil memasang 18 trash barrier di Tukad Badung Denpasar.
- Berhasil mengumpulkan 64.480 kg sampah anorganik.
- Melibatkan 2.221 warga dan relawan dalam kegiatan pembersihan.
- Menghasilkan potensi reduksi karbon hingga 193,27 Ton CO2e.
Secara keseluruhan, Sungai Watch sendiri, sejak didirikan pada 2020, telah memasang 381 trash barrier di 11 wilayah, bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Melalui momentum Hari Sungai Sedunia ini, Dhanny menutup dengan menegaskan komitmen BRI untuk terus berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan melalui program-program nyata yang melibatkan masyarakat.
BRI percaya, sungai yang bersih dan terjaga merupakan warisan berharga bagi generasi mendatang serta fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin
-
Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?
-
Dolar AS Perkasa: Rupiah Tertekan, Yen Jepang Jatuh ke Level Terendah dalam 4 Dekade
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu
-
Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?
-
BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri
-
CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri
-
Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung
-
Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888
-
Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram