-
Harga emas Antam naik Rp3.000 menjadi Rp2.237.000 per gram hari ini
-
Harga emas dunia menguat terus didukung ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed
-
Data pekerjaan AS melemah dan risiko shutdown AS menopang harga emas
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 1 Oktober 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.237.000 per gram.
Harga emas Antam itu kembali naik Rp 3.000 dibandingkan hari Selasa, 30 September 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.084.000 per gram.
Harga buyback itu melojak Rp 3.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.168.000
- Emas 1 Gram Rp 2.237.000
- Emas 2 gram Rp 4.414.000
- Emas 3 gram Rp 6.596.000
- Emas 5 gram Rp 10.960.000
- Emas 10 gram Rp 21.8655.000
- Emas 25 gram Rp 54.537.000
- Emas 50 gram Rp 108.995.000
- Emas 100 gram Rp 217.912.000
- Emas 250 gram Rp 544.515.000
- Emas 500 gram Rp 1.088.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.177.600.000
Harga Emas Mulai Terus Menguat
Harga emas dunia kembali melanjutkan tren penguatan dalam lima sesi berturut-turut. Dikutip FXstreet, logam mulia itu bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa, yakni di kisaran USD 3.871 per troy ons pada perdagangan Asia, Rabu (1/10/2025), setelah mencetak rekor pada Selasa.
Penguatan emas ditopang oleh ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menyusul data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang melemah.
"Emas menunjukkan ketahanan yang luar biasa lagi, dengan mudah memulihkan kerugian awal setelah Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja AS (JOLTS) yang tidak menginspirasi, yang tidak akan menghalangi pemotongan suku bunga lagi dalam sebulan," kata pedagang logam independen, Tai Wong, dikutip Reuters.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam Naik Jadi Rp 2.335.000, Emas UBS Lagi Turun!
Data JOLTS menunjukkan pasar tenaga kerja AS mulai melambat. Lowongan kerja tercatat naik tipis dari 7,21 juta menjadi 7,23 juta pada Agustus, namun tingkat perekrutan turun menjadi 3,2% — level terendah sejak Juni 2024.
Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebesar hampir 97% pada Oktober dan 76% pada Desember. Prospek pemangkasan lebih lanjut ini menekan dolar AS dan membuat emas lebih menarik bagi investor global.
Tak hanya faktor suku bunga, harga emas juga terdongkrak sentimen politik. Washington tengah bersiap menghadapi risiko penutupan sebagian pemerintahan karena Partai Republik dan Demokrat belum menemukan kata sepakat soal anggaran.
"Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada hari Senin bahwa badan statistiknya akan menangguhkan rilis data, termasuk laporan pekerjaan bulanan yang diawasi ketat pada hari Jumat, jika penutupan sebagian terjadi," tulis Tai Wong.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis