- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penindakan rokok ilegal bertujuan menciptakan iklim usaha yang adil dan menjaga penerimaan negara.
- Pemerintah berencana mengembangkan kawasan industri hasil tembakau yang lebih intensif di pusat produksi ilegal.
- Hingga September 2025, kerugian negara dari rokok ilegal di Jatim diperkirakan mencapai Rp250 Miliar.
Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penindakan terhadap rokok ilegal merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar domestik sekaligus memastikan penerimaan negara dari cukai tetap optimal.
Penindakan ini bertujuan utama menciptakan iklim usaha yang adil bagi seluruh pelaku industri.
Berbicara di Surabaya, Jawa Timur, Menkeu Purbaya menjelaskan, "Kenapa dibinasakan? Ini kan ada yang bayar pajak ada yang nggak bayar pajak. Kalau yang bayar pajak diadukan dengan yang nggak bayar cukai ya mereka rugi dong."
Menkeu Purbaya menegaskan pemerintah tidak memiliki niat untuk mematikan industri hasil tembakau (IHT). Sebaliknya, pemerintah berencana untuk memberdayakan dan mendorong iklim usaha yang lebih sehat.
"Pengusaha-pengusaha itu nggak akan kita buat mati. Kami sedang berencana untuk mengembangkan kawasan industri hasil tembakau yang lebih intensif lagi di daerah-daerah yang kita curigai menjadi pusat produksi ilegal," ujarnya.
Rencana ini menunjukkan pendekatan ganda: penindakan keras bagi yang melanggar, sekaligus upaya mendorong formalisasi dan pengembangan industri legal.
Namun, Purbaya memberi peringatan keras bahwa pemberdayaan ini memiliki syarat mutlak: "Yang jelas, kita tidak bertujuan menghancurkan industri rokok, tapi menciptakan tempat bermain yang lebih fair. Akan diberdayakan, tapi habis diberdayakan harus bayar pajak. Kalau nggak, saya sikat."
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencatat intensitas penindakan yang tinggi, khususnya di wilayah Jawa Timur. Hingga September 2025, DJBC telah menerbitkan 1.519 Surat Bukti Penindakan (SBP) di Kanwil DJP Jawa Timur I dan II.
Dari operasi tersebut, sebanyak 235,44 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan, dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp250 Miliar.
Baca Juga: JIEP Gencar Perkuat Integritas, Terapkan Sistem Anti Penyuapan Ketat
Selain penindakan administratif, sebanyak 59 kasus telah dinaikkan ke tahap penyidikan yang ditangani bersama aparat kejaksaan.
Selain itu, melalui pendekatan Ultimum Remedium (penyelesaian di luar pidana), terdapat 114 keputusan yang menghasilkan total tagihan denda sebesar Rp52,6 Miliar.
Menkeu menambahkan, penanggulangan rokok ilegal adalah tugas bersama yang melibatkan tidak hanya Bea Cukai, tetapi juga aparat penegak hukum lain seperti TNI, Polri, serta dukungan aktif dari masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
BRI Bina 5.200 Desa BRILiaN, Kini Buka Program 2026 untuk Akselerasi Ekonomi dan Pembangunan
-
Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Bisa Dipesan, 1,39 Juta Kursi Sudah Terjual
-
Update Harga BBM Pertamina saat Imlek dan Jelang Ramadan 2026
-
Menteri Bahlil Resmikan Izin Tambang Rakyat di 18 Provinsi
-
Purbaya Sentil Bank Muamalat: Bank Syariah Pertama di RI Tapi Hampir Bangkrut
-
Layanan Kustodian dan Kinerja Impresif Bank Bullion BSI Diakui Lembaga Internasional
-
Epson Mantapkan Strategi 2026 untuk Indonesia: Energi Efisien dan TKDN
-
Purbaya Sebut Ekonomi Syariah Sukses di Jerman, Kritik Indonesia yang Pilih Ikuti Barat
-
Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan
-
Menteri PU Tekankan Percepatan Rekonstruksi Aceh Usai Bencana