- IHSG sukses mempertahankan posisi di zona hijau pada penutupan Jumat, 3 Oktober 2025, melonjak 0,59% ke level 8.118,30. Kenaikan dipimpin oleh sektor teknologi (+3,09%) dan perindustrian (+2,46%).
- Nilai transaksi harian mencapai Rp22,99 triliun, dengan investor asing mencatatkan net buy Rp200 miliar.
- Pelaku pasar kini menantikan rilis beberapa data ekonomi penting pada pekan depan yang diperkirakan akan memberikan arah baru bagi pergerakan IHSG.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan akhir pekan ini dengan kinerja yang solid. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 8.118,30 pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Penguatan ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 47,22 poin, atau secara persentase naik 0,59% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Pergerakan indeks menunjukkan tren positif sepanjang hari, dibuka di level 8.076,59 dan ditutup tepat di level tertingginya hari itu, 8.118,30.
Optimisme pasar terefleksikan dari nilai transaksi yang tergolong ramai, menandakan aktivitas perdagangan yang tinggi di bursa.
Detail Aktivitas Perdagangan: Transaksi Besar dan Aksi Jual Dominan
Meskipun indeks secara keseluruhan menguat, aktivitas perdagangan mencatatkan beberapa poin menarik:
- Nilai Transaksi: Total nilai transaksi di bursa mencapai sekitar Rp22,99 triliun.
- Volume Perdagangan: Tercatat sekitar 45,5 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
- Frekuensi: Total frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 2,56 juta kali transaksi.
Ironisnya, di tengah kenaikan indeks, jumlah saham yang mengalami penurunan harga (403 saham) ternyata lebih banyak dibandingkan saham yang berhasil membukukan kenaikan (259 saham). Sementara itu, 136 saham tercatat stagnan.
Sektor Teknologi Jadi Penopang Utama
Kenaikan IHSG didorong oleh penguatan mayoritas sektor saham. Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan dengan lonjakan mencapai 3,09%.
Baca Juga: Geger Pasar Modal! Saham DADA Dilirik 'Raksasa' Investasi Global
Sektor lain yang turut memberikan kontribusi besar adalah sektor perindustrian, yang melaju kencang dengan kenaikan sebesar 2,46%.
Namun, terdapat tiga sektor yang bergerak di zona merah, dengan sektor transportasi dan logistik mencatat koreksi terbesar, turun sebesar 1,41%.
Sentimen positif dari pasar ini juga diperkuat oleh stabilitas nilai tukar rupiah, yang terpantau menguat ke level Rp16.563 per dolar AS.
Saham Top Gainers dan Losers Hari Ini
Beberapa saham individu menunjukkan pergerakan harga yang sangat signifikan, baik di kategori untung terbesar (top gainers) maupun rugi terbesar (top losers).
Top gainers: PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) +34,97%, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) +34,71%, PT Martina Berto Tbk (MBTO) +32,35%, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) +13,29%.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal