- Fenomena unit apartemen yang banyak kosong masih menjadi tantangan serius bagi para pemilik.
- Kondisi ini memaksa pemilik properti terus merogoh kocek untuk biaya bulanan.
- Kondisi ini menggerus profitabilitas investasi mereka atas unit apartemen.
Suara.com - Pertumbuhan industri hunian vertikal di Jakarta Selatan terus menunjukkan geliatnya, menjadikannya magnet investasi properti. Namun, fenomena unit apartemen yang banyak kosong masih menjadi tantangan serius bagi para pemilik.
Kondisi ini memaksa pemilik properti terus merogoh kocek untuk biaya bulanan seperti maintenance fee, listrik, dan air, yang pada akhirnya menggerus profitabilitas investasi mereka.
Menjawab isu tersebut, Woodland Park Residence mengambil langkah strategis dengan menjalin kemitraan dengan Travelio Property Management. Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan solusi pengelolaan apartemen yang lebih produktif dan efisien, mengubah biaya tidak terhindarkan saat unit kosong menjadi potensi passive income.
Melalui kerja sama ini, Travelio menawarkan layanan pengelolaan unit yang menyeluruh bagi pemilik di Woodland Park Residence. Layanan tersebut mencakup standarisasi unit, strategi pemasaran, penentuan harga sewa, hingga pengelolaan penyewa. Dengan demikian, pemilik unit tidak perlu lagi direpotkan urusan teknis dan dapat menikmati hasil dari investasinya secara optimal.
Felicia Gautama, VP of Business Development Travelio Property Management, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk menciptakan nilai investasi yang lebih berkelanjutan.
“Kami melihat banyak pemilik apartemen menghadapi tantangan ketika unit kosong tetap menimbulkan biaya. Kehadiran Travelio di Woodland Park Residence menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan manajemen yang transparan, efisien, dan berorientasi pada hasil investasi jangka panjang,” ujar Felicia, Senin (6/10/2025).
Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan Travelio adalah penerapan sistem dynamic pricing. Metode ini memungkinkan harga sewa unit di Woodland Park Residence disesuaikan secara dinamis berdasarkan kondisi pasar, tren musiman, dan tingkat okupansi di area sejenis. Hal ini diharapkan membuat unit tetap kompetitif, meningkatkan peluang sewa, dan memaksimalkan Return on Investment (ROI) bagi pemilik unit.
Selain itu, skema sewa yang ditawarkan juga sangat fleksibel, mencakup durasi harian, bulanan, hingga tahunan. Fleksibilitas ini memperluas jangkauan pasar, termasuk mereka yang membutuhkan hunian jangka menengah, dan turut mendongkrak tingkat okupansi properti.
Kemitraan ini juga memberikan keuntungan bagi calon penyewa. Mereka dijanjikan pengalaman sewa yang lebih praktis dan transparan. Melalui aplikasi dan website Travelio, calon penyewa dapat mengecek ketersediaan unit secara real-time, melihat foto unit, 360° view, hingga video room tour sebelum melakukan pemesanan sesuai durasi tinggal yang dibutuhkan.
Baca Juga: Bank Mega Syariah Bidik Target Penjualan Wakaf Investasi Senilai Rp 15 Miliar
Unit yang dikelola dijamin memenuhi standar kebersihan dan kenyamanan dengan fasilitas yang terawat. Proses check-in dan check-out juga diklaim lebih efisien berkat sistem operasional terintegrasi.
Dengan lokasi strategis Woodland Park Residence yang dekat dengan pusat bisnis, transportasi publik, dan fasilitas pendukung, kehadiran Travelio semakin memperkuat posisi apartemen ini di pasar sewa hunian. Travelio sendiri merupakan salah satu pemain utama di industri manajemen properti berbasis teknologi, yang telah beroperasi di lebih dari 17 kota besar di Indonesia dengan puluhan ribu unit yang dikelola.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif