- IHSG berpotensi terkoreksi hari ini (10/10) seiring pelemahan global yang dipicu ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif "besar-besaran" terhadap impor dari China.
- Meskipun IHSG kemarin ditutup menguat 0,08% dengan net buy asing Rp1,18 Triliun, sentimen geopolitik AS-China berpotensi menekan pasar.
- Secara teknikal, support IHSG hari ini berada di level krusial 8000-8150, sementara level resistance yang perlu diwaspadai terletak di kisaran 8270-8300.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menghadapi tekanan jual dan berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan awal pekan ini, Senin (13/10//2025).
Proyeksi ini muncul seiring dengan pelemahan signifikan di pasar global, terutama di Amerika Serikat, yang dipicu oleh sentimen geopolitik antara AS dan China.
Meskipun IHSG kemarin ditutup menguat tipis 0,08% dan diiringi dengan aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing sebesar Rp1,18 Triliun—terutama pada saham-saham seperti CDIA, WIFI, ANTM, BRPT, dan CUAN—sentimen negatif dari luar negeri diperkirakan akan mendominasi sentimen pasar domestik.
Secara teknikal, support IHSG hari ini berada di level krusial 8000-8150, sementara level resistance yang perlu diwaspadai terletak di kisaran 8270-8300.
Wall Street Terguncang: Ancaman Tarif 100% Trump ke China
Bursa saham Wall Street ditutup melemah tajam pada Jumat (10/10) setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan serangkaian ancaman agresif terhadap China.
Ancaman ini muncul menyusul tindakan Beijing yang memperketat pembatasan ekspor mineral tanah jarang (rare earth minerals), yang merupakan komponen vital untuk teknologi masa depan.
Dalam unggahan di media sosial, Trump menyatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan kenaikan tarif impor China secara "besar-besaran" dan mengindikasikan bahwa tarif tersebut bisa mencapai 100%.
Trump juga membatalkan rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.
Baca Juga: IHSG Sempat Hijau di Awal Sesi, Lalu Bergerak Turun, Ini Biang Keroknya
Guncangan ini menyebabkan indeks utama AS anjlok signifikan:
- Dow Jones Industrial Average melemah 1,90%.
- S&P 500 turun 2,71%.
- Nasdaq Composite merosot 3,56%.
Kekhawatiran terhadap eskalasi perang dagang ini menekan saham-saham China yang terdaftar di AS (seperti Alibaba dan JD.com) dan saham semikonduktor AS (Qualcomm) setelah adanya investigasi antimonopoli dari regulator China.
Pelemahan Wall Street segera menjalar ke pasar Asia-Pasifik pada perdagangan Jumat (10/10), meningkatkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global.
Bursa Utama Asia Melemah: Mayoritas indeks utama Asia melemah; Nikkei 225 Jepang terkoreksi 1,01%, Hang Seng Hong Kong turun 1,73%, dan Shanghai Composite melemah 0,94%.
Pengecualian Korea Selatan: Hanya bursa Korea Selatan (Kospi dan Kosdaq) yang menguat setelah kembali dibuka pasca libur, mencatat kenaikan masing-masing 1,73% dan 0,61%.
Dengan adanya sentimen negatif dari ancaman tarif AS-China yang dijadwalkan berlaku per 1 November 2025, sentimen risk-off diperkirakan akan mendominasi perdagangan di pasar domestik, mendorong IHSG untuk bergerak dalam rentang koreksi hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026
-
IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan
-
Terhubung Judol, 5.284 Akun QRIS Ditutup!
-
5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network
-
Target Lifting Minyak Pertamina di 2025 Terlampaui, Pakar Bilang Begini
-
Harga Saham RMKE Ditarget 10.000, Ini Profil Pemiliknya
-
IBOS EXPO 2026 Siap Digelar Awal Tahun, Buka Peluang Bisnis dan Dorong Pertumbuhan Wirausaha
-
Lowongan Magang Bank BTN Terbaru Januari 2026, Terbuka untuk Semua
-
BRI Peduli Dukung Komitmen Kelola Sampah Modern Melalui Dukungan Operasional
-
Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi