- Sentimen pasar global kembali tertekan setelah Presiden AS Donald Trump menyerang China terkait pembelian kedelai. Walau Dow Jones menguat 0,4%, S&P 500 dan Nasdaq melemah.
- Bursa Asia anjlok (Nikkei -2,58%), menyeret IHSG yang sebelumnya sudah terkoreksi 1,95% dengan net sell asing Rp1,32 Triliun.
- IHSG kini berpotensi koreksi ke level 7.800 jika gagal menembus resisten 8.100.
Suara.com - Pasar saham global, setelah sempat menikmati rebound sesaat, kembali terseret ke zona merah.
Sentimen negatif dipicu oleh eskalasi tiba-tiba dalam ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Meskipun sektor perbankan AS memberikan kejutan positif, kekhawatiran geopolitik mendominasi sentimen investor.
Pada perdagangan Selasa (14/10/2025), indeks-indeks utama Wall Street mayoritas ditutup melemah.
Pasar saham sempat menguat dari pelemahan awal, namun kembali tertekan menjelang penutupan sesi akibat komentar agresif dari Presiden AS Donald Trump.
Pelemahan ini dimulai setelah China mengambil langkah memperketat kontrol atas sektor pelayaran global dengan menjatuhkan sanksi terhadap lima anak usaha Hanwha Ocean asal Korea Selatan di AS, dengan alasan keamanan nasional.
Namun, tekanan terbesar muncul setelah Trump menulis di media sosial Truth Social bahwa China telah melakukan tindakan ‘ekonomis yang bermusuhan’ karena dilaporkan menghentikan pembelian kedelai dari AS.
Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan balasan berupa embargo minyak goreng.
Sebelumnya, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, juga telah mengindikasikan bahwa keputusan penerapan tarif tambahan 100% terhadap impor China akan bergantung pada langkah lanjutan Beijing dan berpotensi diberlakukan lebih cepat dari rencana 1 November.
Hasil penutupan Wall Street:
Baca Juga: Pergerakan 4 Saham Ini Dipantau BEI Karena Terus Melonjak, Salah Satunya GIAA
- S&P 500 turun 0,2%.
- Nasdaq Composite melemah 0,8%.
- Dow Jones Industrial Average berhasil menguat 0,4%, didorong oleh kenaikan saham Caterpillar.
Meskipun saham teknologi seperti Nvidia melanjutkan pelemahan sejak aksi jual besar pekan lalu, sektor perbankan justru bersinar.
Saham Citigroup dan Wells Fargo masing-masing melonjak 3,9% dan 7,2% setelah melaporkan hasil kinerja yang melampaui ekspektasi. JPMorgan dan Goldman Sachs juga mencatatkan laba di atas perkiraan, meski saham keduanya terkoreksi tipis.
Bursa Asia Terpukul, IHSG Memulai Pekan dengan Tekanan Jual Asing
Sentimen negatif dari AS dengan cepat menjalar ke kawasan Asia. Pada perdagangan Selasa (14/10/2025), mayoritas indeks saham Asia bergerak turun tajam:
- Nikkei 225 Jepang anjlok 2,58% dan Topix melemah 1,99% setelah kembali dibuka pasca libur panjang.
- Hang Seng Hong Kong menurun 1,73% dan Shanghai Composite turun 0,62%.
- Kospi Korea Selatan turun 0,79%, dan Kosdaq turun 1,46%.
Kondisi regional ini memperberat posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Pada perdagangan sebelumnya (Senin), IHSG sudah ditutup turun 1,95%, disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing yang sangat masif, mencapai sekitar Rp1,32 Triliun.
Saham-saham yang paling banyak dilepas asing adalah saham-saham big caps perbankan, termasuk BBRI, BBCA, BMRI, BRMS, dan BBNI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan