-
Pasokan bahan baku emas Antam terganggu karena produksi Freeport belum optimal.
-
Tambang Freeport belum normal pasca kecelakaan di Grasberg Block Cave (GBC).
-
Kementerian ESDM sedang bahas langkah atasi kekurangan pasokan emas Antam.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut, pasokan bahan baku untuk produksi emas oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam sempat terganggu.
Hal ini lantaran belum optimalnya produksi PT Freeport Indonesia. Sebab, belum bisa beroperasi secara normal, karena tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang berada di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah dihentikan sementara, pasca kecelakaan yang mengakibatkan tujuh pekerja meninggal dunia.
"Sekarang ini kami lagi evaluasi total. Jadi produksi terhadap konsentrat di Freeport itu belum dilakukan secara maksimal. Maka dengan demikian pasti mengalami kekurangan pasokan," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Bahlil menjelaskan kebutuhan emas nasional selama ini mayoritas dipasok dari Freeport dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Setidaknya dalam setahun Freeport memproduksi 80 ton emas. Sementara, AMNT dapat menghasilkan 50-60 ton per tahun.
Berkaca dari situasi itu, Kementerian ESDM sedang membahas sejumlah langkah untuk mengatasinya.
"Kami lagi membahas, meng-exercise dengan Dirjen Minerba, langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk kemudian bisa mengoptimalkan kebutuhan daripada Antam terhadap emas itu sendiri," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian ESDM meminta PT Freeport Indonesia melakukan evaluasi, setelah insiden longsor tambang bawah tanah di Area Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Mimika, Papua Tengah pada 8 September 2025 lalu. Dalam kecelakaan itu terdapat tujuh pekerja menjadi korban meninggal dunia.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno mewanti-wanti PT Freeport agar peristiwa tersebut tidak boleh terulang lagi.
Baca Juga: Tahun Depan B50 Jalan, Bahlil Punya Opsi DMO CPO
"Mereka kami minta untuk melakukan evaluasi terhadap runtuhan tersebut. Jangan sampai terulang lagi. Apakah masih ada potensi lagi? Apa mitigasinya?" kata Tri kepada wartawan di JCC, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS