- Survei terbaru yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan penurunan tajam dalam kepuasan publik.
- Penilaian yang sangat rendah ini mencerminkan kekecewaan publik.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dinilai gagal menjaga stabilitas energi.
Suara.com - Genap satu tahun memimpin, kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat rapor merah dari publik.
Survei terbaru yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan penurunan tajam dalam kepuasan publik, dengan skor kabinet anjlok dari 5 menjadi hanya 3 dari 10.
Penilaian yang sangat rendah ini mencerminkan kekecewaan publik terhadap lambatnya realisasi program prioritas dan buruknya koordinasi lintas kementerian.
Dalam laporan hasil survei Celios yang dilihat Senin (20/10/2025) terungkap bahwa skor individu Presiden Prabowo berada di angka 3/10, sementara Wakil Presiden Gibran lebih rendah lagi di 2/10.
Survei yang melibatkan 1.338 responden ini turut menyoroti sepuluh pejabat yang dinilai berkinerja terburuk dan direkomendasikan untuk segera di-reshuffle.
Dua nama yang paling disorot adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang dinilai gagal menjaga stabilitas energi. Komunikasi kebijakan yang membingungkan, proyek transisi energi yang mandek, hingga masalah ketahanan listrik di kawasan 3T disebut menjadi faktor utama.
Selain itu ada nama Kepala BGN Dadan Hindayana yang ikut menjadi sorotan tajam karena insiden keracunan massal yang diduga berasal dari program prioritas andalan, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Terkait program MBG, 71 persen responden menyoroti lemahnya standar gizi dan pengawasan kualitas makanan. Celios menyebut, meskipun ide programnya baik, "eksekusinya amburadul. Insiden keracunan di beberapa sekolah menunjukkan lemahnya kontrol kualitas."
Di sektor ekonomi, 45% responden merasakan kondisi rumah tangga mereka stagnan, dan 27% merasa kondisi mereka lebih buruk. Parahnya, 84% responden merasa terbebani oleh pungutan dan pajak baru.
Baca Juga: Bahlil Ungkap Potensi Sumur Rakyat: Ada di Belakang Rumah Warga
Penegakan hukum dan integritas lembaga negara juga menjadi sorotan tajam. Sebanyak 75% responden menilai kinerja penegakan hukum masih buruk, dengan persepsi negatif yang makin kuat terhadap Kepolisian dan TNI, yang masing-masing hanya mendapat nilai 2 dan 3 dari 10.
Celios memperingatkan bahwa rendahnya kepuasan publik dapat berdampak langsung pada stabilitas politik dan efektivitas kebijakan pemerintah. Celios bahkan mencatat elektabilitas Prabowo-Gibran anjlok, dengan 36 persen responden menyatakan tidak akan memilih pasangan ini lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP
-
Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus
-
Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak
-
Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya
-
Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia
-
IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini
-
Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan
-
Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp 2,75 Juta per Gram
-
Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Ikut Laporkan Kasus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana