- Superbank, yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel dan KakaoBank, membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp80,9 miliar.
- Supebank sudah memiliki 5 juta nasabah sejak peluncuran aplikasi digitalnya pada Juni 2024.
- Hingga Kuartal III 2025, total penyaluran kredit mencapai Rp9,04 triliun, tumbuh 84 persen YoY.
Suara.com - PT Super Bank Indonesia (Superbank), pada Selasa (21/10/2025) mengumumkan mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada Kuartal III 2025.
Bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel dan KakaoBank itu membukukan laba sebelum pajak (Profit Before Tax atau PBT) sebesar Rp80,9 miliar, seiring dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 176 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp1,1 triliun.
“Kinerja kuat hingga kuartal ketiga menunjukkan fundamental bisnis digital Superbank yang semakin kokoh. Didukung oleh integrasi layanan dengan Grab dan OVO yang tumbuh pesat," kata Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan di Jakarta.
Tigor menerangkan, kini Supebank sudah memiliki 5 juta nasabah sejak peluncuran aplikasi digitalnya pada Juni 2024. Rata-rata jumlah transaksi harian terus meningkat, tumbuh lebih dari 40 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh produk inovatif seperti OVO Nabung by Superbank, yang turut mencerminkan meningkatnya adopsi layanan digital serta keaktifan nasabah dalam bertransaksi, termasuk di dalam ekosistem Grab dan OVO.
Hingga Kuartal III 2025, total penyaluran kredit mencapai Rp9,04 triliun, tumbuh 84 persen YoY, seiring perluasan akses pembiayaan di segmen ritel dan produktif.
Pertumbuhan ini mendorong total aset meningkat menjadi Rp16,5 triliun atau naik 70 persen YoY. Kinerja pendanaan juga mencatat tren positif dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 203 persen YoY menjadi Rp9,8 triliun,
Superbank juga terus menjaga kinerja yang sehat dengan manajemen risiko yang disiplin dan efisiensi operasional yang meningkat.
Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di tingkat 92 persen, sementara Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 10,64 persen, sementara Cost to Income Ratio (CIR) turun tajam menjadi 70,14 persen dari 149,65 persen tahun lalu.
Baca Juga: Perluas Akses Pendanaan Berkualitas bagi Masyarakat, AdaKami dan Superbank Jalin Kolaborasi Super
Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan NPL Gross di 2,83 persen dan NPL Net di 1,21 persen, menegaskan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit dan pengelolaan risiko.
Berita Terkait
-
Mengenal OVO Nabung: Didukung Superbank, Tabungan Bunga Tinggi via Rek-Wallet
-
Superbank Tunjukkan Kinerja Positif di Semester I 2025
-
Cara Top Up DANA dari Seabank dan Superbank untuk Berbagai Transaksi
-
Lowongan Kerja Superbank Periode Juli-Agustus 2025 untuk Berbagai Jurusan
-
Bunga Deposito Superbank vs Seabank, Mana yang Lebih Direkomendasikan?
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
-
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya
-
Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi
-
Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting
-
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
-
Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI
-
Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN
-
Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape