-
Garuda gelar RUPSLB 12 November bahas penambahan modal dan aset.
-
GIAA minta restu private placement dengan Danantara senilai $1,84 miliar.
-
Manajemen juga minta persetujuan hapus buku aset pesawat yang tidak dipakai.
Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 November mendatang.
Banyak agenda yang akan diminta persetujuan terhadap pemegang saham. Mulai dari rencana penambahan modal lewat private placement serta penghapusan sejumlah aset pesawat.
Seperti dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam RUPSLB pengurus meminta persetujuaan untuk penambahan modal lewat mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).
"Mata Acara ini merupakan tindak lanjut atas keputusan RUPSLB tanggal 30 Juni 2025 mengenai persetujuan rancangan restrukturisasi dalam rangka penyehatan perseroan," tulis manajemen GIAA seperti dikutip, Rabu (22/10/2025).
Rencana aksi penambahan modal ini melibatkan PT Danantara Asset Management (Persero) DAM) dengan dua skema, yaitu setoran modal uang tunai, dan private placement mencapai USD 1,84 miliar.
Lalu, agenda kedua, manajemen GIAA juga meminta restu pengalihan dan penghapusanbukuan sejumlah aset dengan nilai 50 persen dari total kekayaan bersih perseroan.
Aset tersebut berupa pesawat udara, pesawat yang tidak digunakan, dan aset bernilai rendah.
Kemudian mata acara ketiga, perseroan meminta persetujuan penglihan kekayaan perseroaan sebesar 50 persen dari jumlah kekayaan bersih perseroan. Setelah itu agenda keempat, meminta restu atas Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Adapun, rencananya RUPLB ini digelar di Gedung Manajemen Garuda City, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dengan empat mata acara utama.
Baca Juga: Rombak Direksi, Mantan Staf Khusus Nadiem Masih Jadi Komisaris Bank Neo Commerce
Sebelumnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dipastikan menerima dukungan modal jumbo dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), atau melalui entitasnya PT Danantara Asset Management (DAM).
Suntikan dana ini dilakukan melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Total dana yang disuntikkan mencapai USD1,84 miliar, atau berkisar Rp30,5 triliun. Angka ini terdiri dari penyetoran modal tunai senilai USD1.441.320.636, serta konversi utang senilai USD405 juta menjadi saham.
Utang yang dikonversi ini terkait erat dengan perjanjian pinjaman pemegang saham antara Garuda, DAM, dan Citilink.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Hampir Naik Rp 100 Ribu, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 2,88 Juta/Gram Hari Ini
-
Ekonomi Masih Berfluktuasi, Kota Mandiri Jadi Magnet Investasi dan Aktivitas Baru
-
Rupiah Masih Perkasa di Jumat Pagi ke Level Rp 16.844/USD
-
Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor
-
HSBC Indonesia Bidik Penggunaan Kartu Kredit Bakal Melonjak di 2026
-
IHSG Dibuka Menguat Tapi Langsung Merosot ke Level 8.974 di Jumat Pagi
-
Ada 18 Bank Mau Bangkrut di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
Gara-gara Ini, Jumlah Tabungan Rp5 Miliar Meningkat
-
Geopolitik Global Memanas, AWKI Dorong Penguatan UMKM hingga Ketahanan Pangan
-
OJK Serahkan Tersangka Investree ke Kejari Jaksel