- PT Vale Indonesia Tbk mengatakan bahwa kinerja ekonomi harus sejalan dengan tanggung jawab sosial.
- PT Vale menempatkan kesehatan masyarakat sebagai investasi utamanya.
- Komitmen ini terwujud dalam revitalisasi total Puskesmas Bahomotefe.
Suara.com - Di tengah tuntutan global akan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG Imperative), PT Vale Indonesia Tbk. (PT Vale) membuktikan bahwa kinerja ekonomi harus sejalan dengan tanggung jawab sosial.
Alih-alih hanya berfokus pada proyek nikel terintegrasi jumbo di Morowali, Sulawesi Tengah, PT Vale justru menempatkan kesehatan masyarakat sebagai investasi utamanya.
Komitmen ini terwujud dalam revitalisasi total Puskesmas Bahomotefe, sebuah fasilitas kesehatan yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan.
Puskesmas Bahomotefe yang dibangun tahun 2010 sempat mengalami degradasi parah, mulai dari atap bocor hingga sanitasi tidak layak. Melalui Health Improvement Program yang terintegrasi dengan Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, PT Vale melakukan renovasi menyeluruh pada 2022.
Hasilnya, tak hanya perbaikan gedung, Puskesmas ini kini dilengkapi fasilitas baru, dua unit ambulans, dan penguatan 40 tenaga kesehatan melalui pelatihan intensif. Puncaknya, pada 2024, Puskesmas Bahomotefe berhasil meraih Akreditasi Paripurna, status tertinggi untuk puskesmas di Indonesia.
“Melalui IGP Morowali, kami menempatkan kesehatan masyarakat sebagai salah satu pilar utama. Investasi ini tidak boleh hanya menghasilkan nikel, tapi juga kualitas hidup yang lebih baik bagi warga,” ujar Budiawansyah, Director & Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Senin (22/10/2025).
Hasil program terlihat dari survei 2024 yang mencatat 43,21 persen pasien menyatakan pelayanan lebih nyaman, 19,75 persen merasakan peningkatan rasa aman, serta mayoritas warga menghemat biaya dan waktu untuk berobat. Pada tahun yang sama, Puskesmas Bahomotefe meraih Akreditasi Paripurna, status tertinggi untuk puskesmas di Indonesia. Evaluasi dampak menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) menunjukkan rasio 1:1,40, artinya setiap satu rupiah investasi menghasilkan manfaat sosial Rp1,40.
Selain fasilitas, program juga diperluas melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di 13 desa, termasuk kampanye gizi seimbang dan edukasi anti-NAPZA.
Komitmen sosial ini menjadi kunci bagi PT Vale untuk mempertahankan social license to operate di tengah ketatnya iklim bisnis pertambangan. Sementara konstruksi IGP Morowali—yang mencakup penambangan dan fasilitas pengolahan HPAL—telah mencapai 95% dan siap beroperasi penuh akhir tahun.
Baca Juga: Properti Kawasan Pendidikan Melonjak, Hunian Vertikal Tawarkan Investasi Dengan Return Menarik
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah
-
Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah
-
Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
-
Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana
-
Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi
-
Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027
-
Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana
-
Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi
-
Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana