- Volume penjualan domestik semen masih lesu.
- Harga jual rata-rata (ASP) terus meningkat tajam pada Oktober 2025.
- INTP diperkirakan mencatatkan kinerja yang sesuai ekspektasi pasar.
Sebaliknya, kinerja SMGR diprediksi akan berada di bawah ekspektasi. Pendapatan SMGR diperkirakan turun lebih dalam, mencapai 6,8% YoY, karena ASP yang lebih rendah 3,0% YoY.
Penurunan ASP ini disebabkan oleh porsi ekspor SMGR yang meningkat hingga 14%, yang umumnya memiliki margin lebih rendah dibanding pasar domestik.
Akibatnya, laba bersih SMGR diproyeksikan anjlok hampir setengahnya, mencapai 49,7% YoY atau sekitar Rp110 miliar.
Sektor Netral, INTP Jadi Pilihan Utama Investor
Meskipun laporan laba cenderung moderat hingga tertekan, sektor semen secara keseluruhan mencatat aliran dana masuk bersih (net foreign inflow) dari investor asing sebesar Rp127,8 miliar pada September 2025.
Aliran dana ini terutama didorong oleh pembelian besar-besaran pada saham SMGR (+Rp139,8 miliar), mengungguli INTP yang mencatat net outflow kecil.
Melihat dinamika pasar dan potensi peningkatan harga, analis mempertahankan pandangan Netral untuk sektor semen dalam jangka waktu 3 hingga 12 bulan ke depan.
INTP ditetapkan sebagai pilihan utama (top pick) dengan target harga Rp7.600, mengingat ketahanan harganya di pasar domestik.
Meski demikian, investor perlu mewaspadai beberapa risiko utama, termasuk realisasi program perumahan 3M, potensi intervensi harga oleh pemerintah, dan semakin ketatnya persaingan di pasar domestik.
Baca Juga: Bongkar Saham PJHB: Prospek, Bisnis, Proyeksi Pendapatan, dan Harga IPO
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Investor Asing Borong Saham Rp4,05 Triliun Sejak Awal Tahun
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Proyek Kilang RDMP Balikpapan Habiskan 115 Ribu Ton Semen
-
Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare
-
BCA Digital Bagikan Strategi Resolusi Finansial 2026
-
Harga Emas Antam di Level Rp2,88 Juta per Gram pada Sabtu
-
Laka Kerja di PLTU Sukabangun Memakan Korban, Manajemen Audit Seluruh Mitra
-
Benarkah MBG Bebani Anggaran Pendidikan?
-
Ini Tips Rencanakan Mudik Sekaligus Ide Liburan Bersama Keluarga