- Menabung untuk pendidikan anak adalah investasi jangka panjang yang sangat penting.
- Dengan memahami kebutuhannya sejak awal, Anda bisa membantu anak mendapatkan pendidikan terbaik tanpa harus merasa terbebani secara finansial.
- Ada beberapa strategi menabung agar pendidikan anak tetap terencana sesuai budget.
Suara.com - Mempersiapkan dana pendidikan anak bukanlah hal yang bisa ditunda-tunda. Di tengah laju kenaikan biaya sekolah dan kuliah, maka strategi menabung untuk pendidikan anak menjadi salah satu pilar penting dalam perencanaan keuangan keluarga.
Karena itu, artikel ini hadir untuk membantu Anda sebagai orang tua atau calon orang tua memahami langkah-langkah praktis agar dana pendidikan anak dapat tercukupi tanpa memberatkan kondisi keuangan keluarga.
Berikut strategi menabung untuk pendidikan anak.
1. Kenali Kebutuhan dan Tujuan Pendidikan Anak
Sebelum mulai menabung, penting untuk memahami terlebih dahulu: berapa besar dana yang diperlukan dan kapan waktunya dibutuhkan.
Biaya pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi bisa sangat berbeda dan terus naik akibat inflasi.
Dengan menentukan tujuan apakah sekolah negeri atau swasta, dalam negeri atau luar negeri serta menghitung jangka waktu yang tersedia, maka Anda akan lebih siap menentukan berapa jumlah tabungan yang harus dibentuk.
2. Tentukan Jangka Waktu dan Besaran Tabungan
Misalnya, jika anak Anda masih berusia 2 tahun dan Anda ingin menyiapkan biaya kuliah pada usia 18 tahun, berarti ada waktu sekitar 16 tahun. Ini memberi fleksibilitas untuk memilih instrumen menabung yang lebih beragam.
Baca Juga: Minat Masyarakat untuk Menabung di Bank Turun pada September 2025, Apa Penyebabnya?
Sebaliknya, jika waktu hanya 5 tahun, maka Anda harus lebih fokus pada instrumen yang relatif aman dan likuid. Dengan mengetahui jangka waktu, Anda bisa memperkirakan nominal yang ideal untuk disisihkan setiap bulan agar target tercapai.
3. Buat Rekening atau Dana Khusus Pendidikan Anak
Salah satu kunci agar dana pendidikan tidak tercampur dengan pengeluaran sehari-hari adalah memiliki rekening atau dana terpisah khusus untuk pendidikan anak.
Hal ini membantu menjaga disiplin dan transparansi. Anda bisa mengatur otomatisasi (autodebit) setiap bulan agar setoran berjalan konsisten, tanpa Anda harus terus-menerus mengingatkan diri sendiri.
4. Pilih Instrumen Keuangan yang Tepat
Menabung di celengan atau rekening tabungan biasa memang terasa aman, tetapi nilai uang bisa ikut tergerus inflasi. Oleh karena itu penting untuk mempertimbangkan berbagai instrumen keuangan yang sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu Anda, misalnya:
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Punya 9,8 Juta Pengguna, Indodax Perkuat Literasi Kripto di Indonesia
-
Tarif Listrik Tak Naik Hingga Juni 2026
-
Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur
-
Laba Bersih PTBA Terkoreksi 42,74 Persen di Tengah Pembengkakan Beban Operasional
-
Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah
-
Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya
-
Manfaatkan CNG, PGN Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Arus Mudik
-
IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket
-
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
-
Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka