Bisnis / Keuangan
Selasa, 11 November 2025 | 11:22 WIB
Ilustrasi tabungan pendidikan anak [Freepik]
Baca 10 detik
  • Menabung untuk pendidikan anak adalah investasi jangka panjang yang sangat penting.
  • Dengan memahami kebutuhannya sejak awal, Anda bisa membantu anak mendapatkan pendidikan terbaik tanpa harus merasa terbebani secara finansial.
  • Ada beberapa strategi menabung agar pendidikan anak tetap terencana sesuai budget.

Suara.com - Mempersiapkan dana pendidikan anak bukanlah hal yang bisa ditunda-tunda. Di tengah laju kenaikan biaya sekolah dan kuliah, maka strategi menabung untuk pendidikan anak menjadi salah satu pilar penting dalam perencanaan keuangan keluarga.

Karena itu, artikel ini hadir untuk membantu Anda sebagai orang tua atau calon orang tua memahami langkah-langkah praktis agar dana pendidikan anak dapat tercukupi tanpa memberatkan kondisi keuangan keluarga.

Berikut strategi menabung untuk pendidikan anak.

1. Kenali Kebutuhan dan Tujuan Pendidikan Anak

Sebelum mulai menabung, penting untuk memahami terlebih dahulu: berapa besar dana yang diperlukan dan kapan waktunya dibutuhkan.

Biaya pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi bisa sangat berbeda dan terus naik akibat inflasi.

Dengan menentukan tujuan apakah sekolah negeri atau swasta, dalam negeri atau luar negeri serta menghitung jangka waktu yang tersedia, maka Anda akan lebih siap menentukan berapa jumlah tabungan yang harus dibentuk.

2. Tentukan Jangka Waktu dan Besaran Tabungan

Misalnya, jika anak Anda masih berusia 2 tahun dan Anda ingin menyiapkan biaya kuliah pada usia 18 tahun, berarti ada waktu sekitar 16 tahun. Ini memberi fleksibilitas untuk memilih instrumen menabung yang lebih beragam.

Baca Juga: Minat Masyarakat untuk Menabung di Bank Turun pada September 2025, Apa Penyebabnya?

Sebaliknya, jika waktu hanya 5 tahun, maka Anda harus lebih fokus pada instrumen yang relatif aman dan likuid. Dengan mengetahui jangka waktu, Anda bisa memperkirakan nominal yang ideal untuk disisihkan setiap bulan agar target tercapai.

3. Buat Rekening atau Dana Khusus Pendidikan Anak

Salah satu kunci agar dana pendidikan tidak tercampur dengan pengeluaran sehari-hari adalah memiliki rekening atau dana terpisah khusus untuk pendidikan anak.

Hal ini membantu menjaga disiplin dan transparansi. Anda bisa mengatur otomatisasi (autodebit) setiap bulan agar setoran berjalan konsisten, tanpa Anda harus terus-menerus mengingatkan diri sendiri.

4. Pilih Instrumen Keuangan yang Tepat

Menabung di celengan atau rekening tabungan biasa memang terasa aman, tetapi nilai uang bisa ikut tergerus inflasi. Oleh karena itu penting untuk mempertimbangkan berbagai instrumen keuangan yang sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu Anda, misalnya:

Load More