-
Toyota dan Pertamina akan bangun pabrik bioetanol di Lampung dengan investasi Rp 2,5 triliun dan target produksi 60.000 kiloliter per tahun.
-
Pabrik ini mendukung program mandatori E10 2027, untuk memenuhi kebutuhan bioetanol dalam negeri sekitar 4 juta kiloliter.
-
Proses investasi sudah melalui kajian matang, termasuk kesiapan infrastruktur dan regulasi, dengan perusahaan patungan ditargetkan terbentuk awal 2026
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia buka suara soal rencana pembangunan pabrik bioetanol di Lampung oleh Toyota yang bermitra dengan PT Pertamina Persero.
Adapun nilai investasi dari pembangunan pabrik itu mencapai Rp 2,5 triliun.
"Semakin banyak yang membangun, semakin bagus," kata Bahlil kepada wartawan di Jakarta dikutip pada Selasa (11/11/2025).
Pabrik yang akan dibangun diproyeksikan memiliki volume produksi sebesar 60.000 kiloliter per tahun.
Ditargetkan pada awal tahun 2026 perusahaan patungan sudah terbentuk.
Sementara Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menyebut bahwa rencana investasi itu telah melalui proses kajian yang panjang.
"Jadi tentunya kita melihat semua kesiapan infrastruktur, regulasi, dan tentunya semua keputusan yang kita ambil sudah melalui kajian yang panjang. Dan mendapat dukungan dari semua pihak," ujarnya.
Pembangunan pabrik bioetanol di Lampung, sebelumnya diungkap Wakil Menteri investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu.
Pembangunan itu bagian dari rencana pemerintah yang akan memberlakukan mandatori E10 pada 2027
Baca Juga: Merger 3 Anak Perusahaan Pertamina, Ditargetkan Rampung 1 Januari 2026
Dia memaparkan bahwa kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 40 juta kiloliter per tahun.
Dengan pembangunan pabrik bioetanol itu diharapkan dapat meningkatkan produksi bahan bakar dalam negeri.
"Dengan kewajiban E10 maka setidaknya Indonesia membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter bioetanol di 2027, agar tidak kehilangan momentum maka persiapan pembangunan pabrik pendukung harus dimulai dari sekarang," ujarnya.
Berita Terkait
-
ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta, Kemungkinan Naik
-
Belum Ada Kata Sepakat, Shell Indonesia Mau Temui Pemerintah Lagi Bahas Stok BBM
-
Nego Alot, SPBU Vivo Dekati Kesepakatan Beli BBM 100 Ribu Barel dari Pertamina
-
Bos Pertamina Patra Niaga Cek Kualitas BBM di Yogyakarta, Begini Hasilnya
-
ESDM: Meski Sudah Diuji BBM Bobibos Belum Tersertifikasi
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru
-
IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini
-
Harga Tiket Pesawat Turun Setelah BBM Avtur Melemah?
-
B50 Resmi Berlaku, INDEF Beberkan Ancaman Kenaikan Harga Minyak Goreng
-
BI Rate Naik, Kemenperin Sebut Kepercayaan Industri Melambat
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100,31 Miliar
-
Neraca Perdagangan RI Tekor Pada Mei, Penyebabnya Impor Migas
-
Peringatan dari Bappenas: SDM RI Kalah Jauh dari Tetangga, Kelas Menengah Banyak Turun Kasta
-
4 Marketplace Bakal Potong Pajak PPh Penjual Online Mulai 1 Agustus, Ini Daftarnya