-
ESDM target E10 2028.
-
Tujuan E10 kurangi impor.
-
Tantangan: bahan baku, infrastruktur.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mematangkan rencana kebijakan transisi energi menuju penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN).
Kementerian ESDM memprediksi bahwa mandatori pencampuran bioetanol sebesar 10 persen (E10) dalam bensin dapat mulai diterapkan pada tahun 2028, atau bahkan lebih cepat.
Prediksi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, pada hari Selasa (11/11/2025).
"Sesuai arahan kita memprediksi bahwa pada tahun 2028 atau lebih cepat bisa dilakukan mandatori E10," ujar Eniya Listiani Dewi, seperti yang dikutip dari Antara.
Eniya menjelaskan bahwa tujuan utama dari program mandatori bioetanol adalah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bensin yang saat ini masih cukup tinggi.
Program ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah konkret menuju mandatori E10 sudah dimulai. Sejak tahun 2023, Kementerian ESDM mendorong adanya uji pasar (market trial) bioetanol yang dilakukan oleh PT Pertamina.
Pertamina telah mencampurkan 5 persen etanol ke dalam bensin dan menjualnya di 146 SPBU, yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Timur, Bandung, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.
Produk BBM ramah lingkungan berbasis bioetanol 5 persen ini menjadi fondasi sebelum implementasi E10 secara penuh.
Baca Juga: Toyota Investasi Bioetanol Rp 2,5 T di Lampung, Bahlil: Semakin Banyak, Semakin Bagus!
Keputusan mengenai pentahapan mandatori etanol nantinya akan dikeluarkan sebagai turunan dari Peraturan Menteri ESDM 4/2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati, yang selanjutnya akan ditetapkan melalui keputusan menteri.
Meskipun optimisme penetapan mandatori E10 pada 2028, Eniya menggarisbawahi sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi oleh pemerintah dan industri:
- Ketersediaan Bahan Baku dan Insentif: Ketersediaan bahan baku bioetanol yang berkelanjutan dan ketersediaan insentif yang memadai masih menjadi isu krusial. Selain itu, fluktuasi harga minyak nabati sangat berpengaruh terhadap daya saing bioetanol.
- Isu Lingkungan dan Kompetisi Pangan: Isu lingkungan dan deforestasi harus dicermati dengan baik. Tantangan lain adalah potensi konflik bahan baku dengan bahan pangan, pupuk, dan lain-lain, yang jika terjadi, dapat menghambat perkembangan industri BBN.
- Infrastruktur dan Distribusi: Diperlukan pembangunan infrastruktur produksi dan distribusi yang memadai. Keterbatasan fasilitas di terminal bahan bakar minyak (TBBM), moda angkut yang memenuhi persyaratan, dan fasilitas pendukung kapal menjadi pertimbangan penting untuk distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.
- Teknologi dan Biaya Produksi: Diperlukan kesiapan teknologi yang efisien untuk memproses bahan baku dan sekaligus menekan biaya produksi agar bioetanol dapat bersaing secara ekonomis.
Selain tantangan domestik, pasar global juga menjadi atensi, mengingat adanya tuntutan kriteria keberlanjutan (sustainability criteria) yang harus dipenuhi dalam produksi BBN.
Eniya menegaskan bahwa dalam pelaksanaannya, program ini memerlukan pertimbangan matang terhadap berbagai tantangan dan sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk kesuksesan program bahan bakar nabati di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?
-
Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce
-
PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei
-
Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini
-
Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur
-
BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo
-
Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus
-
Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut
-
Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil
-
Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi