- Kebijakan redenominasi rupiah berpotensi besar untuk membersihkan ekonomi dari praktik kotor.
- Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, secara lugas menyebut bahwa redenominasi yang matang akan membuat para pelaku TPPU terpojok.
- Wijayanto menjelaskan, proses transisi dari Rp1.000 menjadi Rp1 dalam sistem redenominasi akan memaksa peredaran uang tunai dalam jumlah besar untuk dipertanggungjawabkan atau ditukar.
Suara.com - Wacana penyederhanaan nominal mata uang atau redenominasi Rupiah kembali mencuat dengan dukungan kuat dari pemerintah.
Kebijakan yang direncanakan oleh Kementerian Keuangan di bawah komando Purbaya Yudhi Sadewa ini dinilai tidak hanya sekadar memangkas nol Rupiah, tetapi juga berpotensi besar untuk membersihkan ekonomi dari praktik kotor.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, secara lugas menyebut bahwa redenominasi yang matang akan membuat para pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atau yang sering disebut old money ilegal dan pengedar uang palsu menjadi sangat terpojok.
"Akan bagus. Redenominasi membuat praktik pencucian uang (money laundry) dan distribusi uang palsu makin terpojok," kata Wijayanto Samirin dalam analisanya, Rabu (12/11/2025).
Wijayanto menjelaskan, proses transisi dari Rp1.000 menjadi Rp1 dalam sistem redenominasi akan memaksa peredaran uang tunai dalam jumlah besar untuk dipertanggungjawabkan atau ditukar.
Ini adalah momen kritis yang akan menyulitkan para penimbun cash ilegal yang selama ini sengaja menyembunyikan kekayaan mereka dari pengawasan otoritas.
Oleh karena itu, kebijakan redenominasi diperkirakan akan mendapat penolakan keras dari kalangan penimbun dana gelap.
Namun, Wijayanto menegaskan bahwa resistensi tersebut tidak akan menghentikan langkah pemerintah.
"Kalau pun mereka menolak, BI dan Pemerintah tetap jalan terus, jika ini diyakini bagus bagi ekonomi kita," jelasnya, memberikan sinyal kuat bahwa kepentingan ekonomi nasional berada di atas kepentingan old money ilegal.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah Rabu Sore, Ini Pemicunya
Meskipun dampak positifnya besar, Wijayanto mengingatkan bahwa implementasi redenominasi bukanlah tanpa risiko, merujuk pada kegagalan serupa di sejumlah negara.
Kunci utama keberhasilan terletak pada persiapan dan komunikasi publik yang harus dilakukan dengan matang.
Wijayanto menyoroti tiga prasyarat yang harus dipenuhi Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) dalam menjalankan kebijakan ini diantaranya memastikan seluruh sistem, baik perbankan maupun perdagangan, siap melakukan konversi.
Kebijakan baru harus dilaksanakan setelah sosialisasi dan edukasi yang menyeluruh, dan perlunya komunikasi yang baik melalui berbagai public discourse dan melibatkan tokoh-tokoh kunci untuk meminimalisir penolakan dan perbedaan pandangan di berbagai kalangan masyarakat.
Jika dilakukan dengan persiapan yang cermat, kebijakan Menkeu Purbaya ini berpotensi menjadi salah satu reformasi fiskal paling berani dalam sejarah, menjanjikan efisiensi transaksi sekaligus memberikan pukulan telak bagi praktik kejahatan keuangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas
-
Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin
-
Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran
-
Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif
-
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari
-
Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat
-
Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?
-
Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!
-
Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI
-
Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk