Dari pengalamannya sendiri, Arky Gilang merasakan passion luar biasa saat menjalankan bisnis mengelola sampai setelah memulung. Padahal latar belakangnya adalah lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Geodesi, yang sama sekali tidak terkait.
"Saya senang bisa mengurus teman-teman pemulung, dan ikut membersihkan lingkungan. Setelah sekian kali bangkrut berbisnis lainnya. Ada naik turunnya. Jadi bila mau melakukan sebuah bisnis, ambil di titik-titik yang memang dipikirkan dari awal. Cari yang kompetitornya paling sedikit," demikian sarannya.
"Dulu sebelum saya bisnis waste management, saya ingin bisnis berbau alam. Lalu membuka usaha agrobisnis di Bandung. Membuat taman-taman organik, marketnya menengah ke atas. Nah, saat pulang ke kampung halaman di Banyumas, wah biaya produksinya ternyata lebih rendah dari biaya petani. Saya pun mengurungkan bisnis ini. Apalagi kompetitor banyak. Coba lagi, sampai akhirnya ketemu bisnis mengelola sampah tadi. Karena sampai kapanpun selama ada manusia, pasti ada sampah. Kecuali bila manusia tidak makan lagi atau tidak beraktivitas lagi. Jadi model bisnisnya akan bertahan, tinggal bagaimana kita mengelolanya," jelas Arky Gilang secara detail.
Serunya, bisnis mengelola sampah yang dijalannya ini selaras dengan pemerintah yang mulai peduli soal persampahan.
"Jadi silakan cari bisnis-bisnis yang memang cukup aneh, dan ide-ide baru. Tapi kalau teman-teman posisinya masih sulit, lakukan apa yang kalian ada, yang sudah kalian rencanakan. Jalankan saja dulu, karena teman-teman tengah melakukan profil investasi. Ketika teman-teman masih single, masih kuliah, itu minim risiko. Lakukan saja dulu," sarannya penuh semangat.
Kontributor: Tantri Amela Iskandar
Berita Terkait
-
YES 2025: Berbagi Tips Investasi Bagi Generasi Muda Termasuk Sandwich Generation
-
BRI Terus Berkomitmen Majukan UMKM Sebagai Pilar Ekonomi Nasional
-
Rumah BUMN Telkom Komitmen Dukung Pelaku Usaha dengan Digitalisasi UMKM Binaan
-
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Viral di Dunia Maya, Raup Lebih dari 85 Juta Views
-
BRI Hadirkan Ratusan Pengusaha UMKM Binaan dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
-
Usai Pengumuman Pembatasan BBM, Harga Bumbu Dapur Hari Ini Naik
-
Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga
-
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya
-
Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram
-
Rupiah Kembali Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.983
-
APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus
-
Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal
-
Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel
-
HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya