- Harga emas Antam 1 gram pada Rabu, 19 November 2025 mencapai Rp 2.343.000, naik signifikan Rp 21.000 dari hari sebelumnya.
- Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 21.000 per gram dibandingkan harga penutupan hari Selasa.
- Harga emas dunia menguat akibat sentimen risk-off pasar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang tertunda.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 19 November 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.343.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas antam itu tiba-tiba naik lagi sebesar Rp 21.000 dibandingkan hari Selasa, 18 November 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.204.000 per gram.
Harga buyback itu juga meroket Rp 21.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.221.500
- Emas 1 Gram Rp 2.343.000
- Emas 2 gram Rp 4.626.000
- Emas 3 gram Rp 6.914.000
- Emas 5 gram Rp 11.490.000
- Emas 10 gram Rp 22.925.000
- Emas 25 gram Rp 57.187.000
- Emas 50 gram Rp 114.295.000
- Emas 100 gram Rp 228.512.000
- Emas 250 gram Rp 571.015.000
- Emas 500 gram Rp 1.141.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.283.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Mulai Melonjak
Harga emas dunia kembali bergerak naik pada awal perdagangan Rabu (sesi Asia), dengan menembus kisaran USD 4.070 per ons setelah tiga hari beruntun berada dalam tekanan.
Mengutip FXStreet, penguatan logam mulia ini terjadi seiring meningkatnya sentimen risk-off di pasar, ketika pelaku pasar menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat yang sempat tertunda.
Baca Juga: Harga Emas Galeri 24 Pegadaian dan UBS Kompak Turun Hari Ini, Kecuali Antam
Fokus utama investor saat ini mengarah pada risalah FOMC yang dirilis hari Rabu, serta laporan ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) AS bulan September yang akhirnya siap dipublikasikan setelah tertunda akibat penutupan pemerintah AS.
Laporan NFP AS untuk September dan Oktober tidak dirilis sesuai jadwal karena government shutdown berkepanjangan. Keterlambatan ini membuat Federal Reserve kesulitan mendapatkan gambaran akurat terkait kondisi pasar tenaga kerja jelang pertemuan penentuan suku bunga Desember.
Situasi ini berpotensi meningkatkan minat terhadap aset safe haven, termasuk emas, yang kerap diburu ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.
Adapun laporan NFP untuk September yang akan dirilis Kamis diproyeksikan menunjukkan tambahan 50.000 lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,3 persen. Jika angka tersebut jauh lebih lemah dari ekspektasi, dolar AS berpotensi tertekan dan mendorong kenaikan harga emas yang berdenominasi dolar.
Meskipun emas menguat, ruang reli masih terbatas karena nada hawkish dari pejabat The Fed.
Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, menegaskan pada Senin bahwa bank sentral perlu melanjutkan penurunan suku bunga secara “perlahan”.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kejati Geledah Kantor Kementerian PU, Menteri Dody: 16 Item Disita, Termasuk PC dan Dokumen Audit
-
Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas
-
Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458
-
Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
-
Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste
-
Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura
-
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya
-
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104
-
Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur
-
Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China