- Premanisme ancam investasi RI, tingkatkan biaya proyek 15-40 persen.
- Pemerintah komitmen berantas premanisme (Ormas/oknum) demi kepastian hukum dan keamanan.
- Investasi penting serap 2,5 juta tenaga kerja (2024) dan bangun ekosistem ekonomi baru.
Suara.com - Aktivitas premanisme di Indonesia kini diposisikan sebagai ancaman serius terhadap iklim investasi nasional.
Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk memberantas praktik tersebut karena terbukti menghambat masuknya penanaman modal ke Tanah Air.
Todotua mengungkapkan bahwa tindakan premanisme yang dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari organisasi masyarakat (ormas) hingga oknum di pemerintahan memiliki dampak finansial yang sangat merugikan.
“Hampir semua lembaga survei menyatakan bahwa tindakan premanisme berdampak pada peningkatan biaya investasi mulai dari 15 hingga 40 persen,” kata Todotua dalam Antara Businnes Forum di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Todotua menekankan bahwa kunci untuk menarik modal adalah kepastian hukum dan keamanan. Ia menegaskan, "Negara harus ada di sini, memberikan kepastian."
Komitmen ini dicontohkan pada penanganan kasus premanisme yang sempat terjadi di proyek besar Chandra Asri, Cilegon, Banten. Pihaknya melakukan peninjauan intensif dan memastikan kasus tersebut tertangani dengan tuntas.
“Semenjak itu, turun drastis (kasus premanisme). Terus kita monitor tiap minggu, ngecek,” ujarnya. Langkah ini menunjukkan bahwa intervensi langsung pemerintah mampu menekan aktivitas kriminal yang menggerogoti efisiensi investasi.
Pemerintah memandang investasi sebagai kunci utama penciptaan lapangan kerja dan pembangunan ekosistem ekonomi baru. Data realisasi investasi sepanjang tahun 2024 telah menciptakan sekitar 2,5 juta lapangan kerja baru, dengan tambahan tenaga kerja mencapai 1,9 juta orang hingga Kuartal III.
Selain menyerap tenaga kerja, investasi juga vital untuk mendorong pergeseran ke teknologi maju dan membangun industri pendukung seperti logistik, rantai pasok, dan perumahan.
Baca Juga: Pandu Sjahrir Pede Investasi 2026 Moncer: Indonesia Pindah Haluan dari SDA ke Otak Manusia!
Untuk terus memacu penanaman modal, Wamen Todotua menyatakan pihaknya fokus pada pengelolaan investasi dan pendampingan yang optimal, serta penguatan konsolidasi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Komitmen memberantas premanisme menjadi salah satu janji utama untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
-
Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu
-
Pengusaha IHT Minta Pemerintah Membina, Bukan Binasakan Industri Tembakau
-
Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target
-
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya
-
Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025
-
Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?
-
IATA Awali Operasional Tambang di Musi Banyuasin, Gandeng Unit UNTR
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
-
APBN Tekor Hampir 3 Persen, Dalih Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa, Tapi Ekonomi Morat-marit