- KPK memamerkan Rp300 miliar hasil rampasan kasus investasi fiktif PT Taspen dalam konferensi pers di Jakarta.
- Total uang rampasan yang diserahkan kepada PT Taspen mencapai Rp883 miliar, terkait kerugian negara Rp1 triliun.
- Uang yang dipamerkan Rp300 miliar merupakan uang sitaan dari rekening penampungan bank.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menarik perhatian publik setelah memamerkan gunungan uang tunai senilai Rp300 miliar dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).
Uang ini adalah bagian dari total uang rampasan yang akan diserahkan kepada negara, khususnya kepada PT Taspen (Persero), terkait kasus investasi fiktif yang merugikan negara hingga Rp1 triliun.
Namun, di balik tumpukan uang setinggi 1,5 meter yang terdiri dari 300 boks pecahan Rp100 ribu tersebut, terungkap fakta unik dan penting mengenai asal-usul uang yang dipamerkan.
Berikut adalah 5 fakta kunci terkait pameran uang triliunan hasil rampasan kasus investasi fiktif PT Taspen:
1. Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun, Diserahkan Rp883 Miliar
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi kerugian negara dalam kasus investasi fiktif PT Taspen (Persero) mencapai Rp1 triliun, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif Badan Keuangan Negara (BPK) per 22 April 2025.
Kendati demikian, KPK hanya menyerahkan uang tunai sebesar Rp883.038.394.268 kepada PT Taspen. Uang ini merupakan hasil rampasan dari terdakwa mantan Direktur Utama PT Insight Investment Management (PT IIM), Ekiawan Heri Primaryanto (EHP), yang divonis 9 tahun penjara dan denda Rp500 juta.
Uang tersebut telah ditransfer pada 20 November 2025 ke rekening giro Tabungan Hari Tua (THT) Taspen di BRI Cabang Veteran, Jakarta. Sementara, sisa kerugian lainnya diperkirakan berasal dari terdakwa lain, termasuk mantan Dirut Taspen, Antonius NS Kosasih (ANSK), yang divonis 10 tahun penjara.
2. Uang Rp300 Miliar Khusus Dipinjam dari Bank BUMN
Baca Juga: KPK Kembalikan Aset Korupsi Taspen, Anggota DPR: Ini Harus Jadi Standar Penyelesaian Kasus
Jaksa Eksekusi KPK, Leo Sukoto Manalu, mengungkapkan bahwa tumpukan uang yang dipamerkan (sekitar Rp300 miliar) merupakan uang yang dipinjam dari bank. KPK tidak menyimpan uang sitaan/rampasan di gedung Merah Putih.
Leo menjelaskan bahwa KPK telah mentransfer seluruh uang rampasan (Rp883 miliar lebih) ke PT Taspen pada pagi hari. Namun, untuk keperluan press conference sebagai bentuk transparansi, KPK meminjam uang tunai sebanyak Rp300 miliar dari salah satu bank BUMN.
3. Dipinjam dari BNI Mega Kuningan dan Dikembalikan Sore Hari
Jaksa Leo menyebutkan bahwa uang tunai sebesar Rp300 miliar yang dipamerkan itu dipinjam dari BNI Mega Kuningan pada pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB.
4. Keterbatasan Tempat dan Alasan Keamanan
Total uang rampasan yang diserahkan KPK mencapai Rp883 miliar, namun hanya Rp300 miliar yang ditampilkan ke publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan
-
7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya
-
Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas
-
Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!
-
Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja
-
3 Tempat Makan di Surabaya yang Bikin Anak Kos Bisa Bertahan Akhir Bulan
-
4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
-
11 Sekolah Rusak di Jakarta Direhab, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Masuk Prioritas