- George Santos, CEO Solid Corp, meraih Anugerah Penggerak Nusantara (APN) 2025 sebagai Penggerak Sektor Industri dan Manufaktur.
- Santos memimpin Solid Corp berdasarkan filosofi "SOLID" yang meliputi lima nilai inti: Safety, Open-mindedness, Loyalty, Integrity, dan Discipline.
- Filosofi tersebut berdampak nyata terbukti dengan penyerapan lebih dari 10.000 pekerja di KEK Galang Batang sejak akhir 2018.
Suara.com - CEO Solid Corp, George Santos, baru saja dinobatkan sebagai Penggerak Sektor Industri dan Manufaktur dalam ajang Anugerah Penggerak Nusantara (APN) 2025.
Namun, di balik penghargaan yang didapatkan George Santos, tersimpan rahasia yang jauh lebih menarik daripada sekadar pencapaian finansial, ini adalah tentang filosofi "SOLID".
Lima nilai inti yang menjadi fondasi bagi George Santos dalam membangun kerajaan bisnisnya dari nol, membuktikan bahwa dampak sosial dan keuntungan bisa berjalan beriringan.
SOLID: Lima Pilar yang Menjadi Pembeda
Saat banyak pebisnis fokus pada laba, George Santos membangun Solid Holding di atas fondasi yang berbeda. Ia memperkenalkan lima nilai utama yang menjadi akronim dari nama perusahaannya.
Safety, Open-mindedness, Loyalty, Integrity, dan Discipline. "Bagi saya, bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan dampak jangka panjang," ujarnya.
Filosofi ini bukan sekadar pajangan di dinding kantor, melainkan menjadi panduan nyata dalam setiap pengambilan keputusan, mulai dari operasional tambang hingga pengembangan sumber daya manusia.
Dari Filosofi Menjadi 10.000 Lapangan Kerja
Prinsip ini terbukti bukan isapan jempol. Salah satu bukti paling konkret adalah keberhasilan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan.
Sejak beroperasi pada akhir 2018, kawasan industri ini telah menjadi mesin penggerak ekonomi lokal dengan menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja, yang sebagian besarnya adalah masyarakat setempat.
Baca Juga: Perjalanan Tanjungpinang ke Panggung Nasional, George Santos Bangun Solid Holding dari Nol
Ini adalah cerminan langsung dari keyakinannya. "Pertumbuhan bisnis harus sejalan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar," kata George.
Ia membuktikan bahwa ekspansi industri yang masif bisa dilakukan sambil memberikan kontribusi nyata dan mengangkat kesejahteraan komunitas.
Dalam pidato penerimaan penghargaannya, George Santos juga mengingatkan semua pencapaiannya tidak datang dalam semalam. Ia menekankan pentingnya proses dan integritas.
"Ada pepatah Roma mengatakan Rome wasn’t built in a day. Great achievements take integrity, dedication and patience," katanya.
Lebih dari itu, ia mendefinisikan ulang arti kesuksesan. Baginya, keberhasilan sejati bukanlah diukur dari neraca keuangan, melainkan dari kualitas manusia yang berhasil diciptakan.
Ia percaya bahwa lingkungan kerja yang sehat adalah 'pabrik' yang menghasilkan talenta-talenta unggul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban