- Indonesia raih kontrak ekspor sarung tangan senilai Rp200 miliar dengan perusahaan Brasil.
- Rumah Sakit Dharmais akan bangun laboratorium genetika molekuler bersama mitra dari Eropa.
- Pemerintah sebut kesepakatan ini perkuat posisi Indonesia di pasar alat kesehatan global.
Suara.com - Indonesia berhasil mengamankan dua kesepakatan strategis dalam pameran dagang alat kesehatan terbesar dunia, Medica 2025, di Düsseldorf, Jerman. Kesepakatan tersebut meliputi kontrak ekspor sarung tangan medis senilai Rp200 miliar dan investasi pengembangan laboratorium genetika molekuler.
Nota kesepahaman pertama diteken antara produsen sarung tangan medis asal Indonesia, PT Haloni Jane, dengan perusahaan alat kesehatan Brasil, Excelmed Distribuidora. Kesepakatan ini memiliki potensi nilai pembelian mencapai USD 12 juta atau setara Rp200 miliar.
Selain itu, Indonesia juga meneken nota kesepahaman untuk investasi di bidang penelitian dan genetika molekuler. Kesepakatan ini melibatkan Rumah Sakit Dharmais dan PT Graha Teknomedika dengan sejumlah mitra dari Hungaria dan Slovakia. Kerja sama ini mencakup pembangunan laboratorium genetika molekuler di Indonesia serta program pelatihan tenaga kesehatan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut kedua kesepakatan ini menunjukkan daya saing produk alat kesehatan Indonesia di kancah global.
"MoU pembelian sarung tangan medis ini menegaskan posisi Indonesia sebagai penyedia alat kesehatan yang kompetitif dan terpercaya," kata Puntodewi dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).
Ia menambahkan, sinergi dengan mitra internasional ini akan bermanfaat untuk meningkatkan ekspor, mewujudkan transfer teknologi, serta memperkuat kapasitas produksi dalam negeri.
"Hal ini akan bermanfaat dalam peningkatan ekspor Indonesia, mewujudkan transfer teknologi, serta memperkuat kapasitas produksi dalam negeri,” ujar Puntodewi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
McDonald's RI Mulai Ekspansif Lagi
-
Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
-
Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing
-
Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!
-
Claude Update AI "Karyawan Cerdas", Harga Saham IBM Rontok Parah!
-
IPOT Bongkar Kelemahan Aplikasi Trading yang Masih Andalkan Data Historis
-
Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah
-
Tak Ada Lagi Alasan, Kemenperin Desak Industri Baja Segera Kantongi SNI
-
Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Februari 2026, Galeri 24 Lebih Murah dari UBS
-
BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro