- Anthropic memperbarui asisten AI Claude agar terintegrasi langsung ke Excel dan PowerPoint sejak Selasa (24/2/2026).
- Claude kini memiliki plugin spesifik untuk berbagai profesi, meliputi keuangan, sumber daya manusia, dan operasional desain.
- Inovasi cepat Anthropic menyebabkan saham perusahaan perangkat lunak konvensional seperti Thomson Reuters mengalami penurunan signifikan.
Suara.com - Hanya berselang beberapa minggu setelah peluncuran alat AI kantor yang sempat menggegerkan pasar modal, Anthropic kembali melakukan penetrasi lebih dalam ke ekosistem dunia kerja.
Perusahaan rintisan AI ini resmi memperbarui asisten cerdasnya, Claude, agar mampu bekerja secara spesifik di berbagai bidang profesi serta terintegrasi langsung ke dalam aplikasi populer seperti Microsoft Excel dan PowerPoint.
Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah acara virtual pada Selasa (24/2/2026). Langkah ini menandai evolusi Claude dari sekadar chatbot menjadi kolaborator virtual yang mampu memproses data rumit tanpa mengharuskan pengguna berpindah aplikasi.
Jika sebelumnya pengguna harus menyalin data secara manual, kini Claude dapat "hidup" di dalam perangkat lunak perusahaan.
Sebagai contoh, Claude kini mampu mengambil data langsung dari spreadsheet Excel untuk menyusun presentasi di PowerPoint secara otomatis, layaknya seorang asisten manusia.
Anthropic juga memperkenalkan plugin khusus untuk berbagai industri:
Keuangan & Ekuitas Swasta: Bekerja sama dengan FactSet, S&P, dan LSEG untuk pemodelan skenario investasi.
Sumber Daya Manusia (HR): Membantu penyusunan deskripsi pekerjaan dan surat penawaran kerja.
Desain & Operasional: Menyusun creative brief hingga merangkum proposal vendor.
Saham Sektor Perangkat Lunak "Rontok"
Baca Juga: Cuan Gila! Modal Rp200 Ribu, Pria Malaysia Jual Domain ai.com Seharga Rp1,1 Triliun
Kecepatan inovasi Anthropic telah memicu kepanikan di Wall Street. Para investor khawatir keberadaan AI yang serba bisa akan membuat produk perangkat lunak konvensional menjadi usang.
Dampaknya terasa nyata pada bursa saham awal Februari lalu:
Thomson Reuters: Mencatat rekor penurunan harian terbesar sepanjang sejarah (anjlok hampir 16%).
LegalZoom: Merosot hingga 20%.
FactSet & RELX: Kompak turun lebih dari 10% dan 14%.
IBM: Sahamnya terkoreksi setelah Anthropic mengklaim AI mereka mampu memodernisasi COBOL, bahasa pemrograman lama yang selama ini menjadi spesialisasi IBM.
Bahkan, sektor keamanan siber turut tertekan setelah Claude meluncurkan fitur scanning kode yang mampu mendeteksi celah keamanan dan memberikan rekomendasi perbaikan secara mandiri.
Anthropic bersaing ketat dengan OpenAI yang baru saja merilis platform "Frontier". Namun, Anthropic membantah bahwa tujuan mereka adalah menggantikan produk perangkat lunak perusahaan yang sudah ada.
Scott White, Head of Product Enterprise Anthropic, menegaskan bahwa Claude bersifat komplementer atau melengkapi alat yang sudah ada.
"Kami memandang diri kami sebagai platform, bukan produk yang mencoba menguasai setiap alur kerja," jelas White.
Meski demikian, kekhawatiran akan terjadinya PHK massal akibat efisiensi AI tetap menghantui pasar. Menanggapi hal ini, analis teknologi dari eMarketer, Jacob Bourne, menilai bahwa kekhawatiran pasar mungkin terlalu berlebihan, namun tetap menjadi alarm bagi penyedia perangkat lunak lama.
"Penyedia software konvensional harus terus berevolusi jika tidak ingin tertinggal," ujarnya, dikutip via CNN.
Berita Terkait
-
Kedaulatan Digital di Era AI: Tool Baru Ubah Audit Cloud yang Rumit Jadi 20 Menit
-
Tren AI Karikatur Viral, Waspada Risiko Penipuan Mengintai!
-
Inovasi Berbasis Data, Tempat Sampah AI Srikandi Nusabin Peroleh Apresiasi dari Berbagai Kalangan
-
Smartfren Gelar Promo #RamadanNyaman 1447 H, Ada Double Kuota dan Fitur Sisa Kuota Tak Hangus
-
Indosat Ooredoo Hutchison Luncurkan #LebihBaikIndosat Jelang Ramadan 2026, Hadirkan AI Anti-Scam
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
IPOT Bongkar Kelemahan Aplikasi Trading yang Masih Andalkan Data Historis
-
Ma'ruf Amin Respons Menkeu Purbaya soal Mahalnya Bank Syariah
-
Tak Ada Lagi Alasan, Kemenperin Desak Industri Baja Segera Kantongi SNI
-
Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Februari 2026, Galeri 24 Lebih Murah dari UBS
-
BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro
-
Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.
-
Skandal Manipulasi, Ini Saham-saham yang 'Digoreng' Belvin
-
BEI Gembok Wanteg Sekuritas, Nasabah Tidak Bisa Transaksi
-
LPS Tuntaskan Likuidasi BPR Prima Master Bank, 88 Persen Rekening Nasabah Sudah Dibayarkan
-
Indodax Luncurkan Program Spesial di Momen Ramadan 2026