- PT Medco Energi diperdagangkan di OTCQX AS dengan kode MDCOY untuk akses investor Amerika Serikat.
- MedcoEnergi menjadi emiten Indonesia pertama di OTCQX, bertujuan meningkatkan visibilitas dan likuiditas saham.
- OTCQX adalah tier tertinggi pasar OTC AS menawarkan akses global dengan standar dan transparansi tinggi.
Suara.com - PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) telah resmi diperdagangankan di OTCQX dengan kode Saham MDCOY. Dengan begitu investor equitas di Amerika Serikat memiliki pilihan untuk berinvestasi.
Melalui inisiatif ini, Perseroan menyediakan akses yang efisien dan terstruktur bagi investor ekuitas di Amerika Serikat untuk memperdagangkan saham Perseroan melalui platform yang teregulasi dan transparan.
CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato mengatakan, sebagai emiten Indonesia pertama yang tercatat di OTCQX, MedcoEnergi terus meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas bagi investor internasional.
"Hal ini memperkuat basis investor kami, meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham kami di Bursa Efek Indonesia, dan mendukung strategi penciptaan nilai jangka panjang Perseroan," ujarnya di Jakarta, Minggu (23/11/2025).
OTCQX Best Market memungkinkan perusahaan yang tercatat di bursa internasional yang memenuhi syarat, untuk memanfaatkan pelaporan pasar asal dalam menyediakan informasi keuangan yang mudah diakses oleh investor di Amerika Serikat.
Perusahaan yang tercatat di OTCQX harus memenuhi standar keuangan yang tinggi, menerapkan praktik tata kelola yang baik, dan mematuhi peraturan pasar modal yang berlaku.
Apa Itu OTCQX
Dikutip beberapa sumber OTCQX, salah satu tier tertinggi di pasar OTC Markets Amerika Serikat. Meski bukan bursa resmi seperti Nasdaq atau NYSE, OTCQX menawarkan akses luas ke investor global dengan persyaratan yang lebih ringan.
OTCQX selama ini dikenal sebagai papan premium yang menuntut transparansi, tata kelola perusahaan yang baik, serta laporan keuangan yang diaudit. Namun, tidak seketat dan semahal persyaratan untuk listing di bursa utama AS.
Baca Juga: MEDC Mau Ekspor Listrik ke Singapura
Salah satu alasan utama perusahaan Indonesia masuk ke OTCQX adalah upaya memperbesar eksposur dan likuiditas saham. Dengan masuk ke pasar AS, perusahaan dapat menarik minat investor institusi maupun ritel di Amerika, sekaligus meningkatkan visibilitas global tanpa harus menanggung biaya listing yang tinggi.
Selain itu, kredibilitas perusahaan juga meningkat. Emiten yang tercatat di OTCQX dianggap memiliki tata kelola yang lebih transparan dan profesional.
Bagi perusahaan yang sedang berekspansi atau mencari mitra strategis di luar negeri, keberadaan di papan perdagangan AS menjadi nilai tambah tersendiri.
OTCQX juga banyak dipilih oleh perusahaan Indonesia yang memiliki kapitalisasi menengah atau bergerak di sektor komoditas seperti energi, pertambangan, dan agrikultur. Pasalnya, tier ini memungkinkan perusahaan mengakses pasar internasional tanpa beban regulasi seketat Sarbanes-Oxley Act (SOX).
Meski begitu, perusahaan tetap diwajibkan menjaga keterbukaan informasi agar dapat dipantau dengan baik oleh investor AS.
Bagi perusahaan-perusahaan tersebut, kehadiran di OTCQX bukan semata-mata soal perdagangan saham, tetapi juga strategi branding global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai