- WIKA dan PTPP sedang membahas rencana merger, dengan kajian diserahkan kepada BPI Danantara untuk penentuan waktu pasti.
- Tujuan utama merger ini adalah menciptakan kompetisi tender yang sehat dan memperkuat modal (equity) BUMN Karya.
- Konsolidasi BUMN Karya ini direncanakan mengurangi jumlah total dari tujuh perusahaan menjadi hanya tiga perusahaan kuat.
Suara.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) membeberkan progres rencana penyatuan usaha atau merger dengan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP). Saat ini perseroan masih terus membahas dengan BPI Danantara dan BUMN lain terkait merger tersebut.
Senior Manager Corporate Relations WIKA, William, mengatakan rencana proses merger ini juga melalui kajian lembaga independen. Namun, terkait waktunya, perseroan menyerahkan sepenuhnya ke BPI Danantara.
"Semua kajian sudah disampaikan, kalau kapan itu lebih pas ke Danantara," ujarnya saat ditemui di Bendungan Sukamahi, Puncak, Bogor, Rabu (26/11/2025).
William menuturkan, perseroan sangat ingin merger antar BUMN karya ini terjadi. Hal ini, bilangnya, untuk mengurangi persaingan yang tidak sehat dalam hal tender antar BUMN Karya.
Dia menyebut, kerap kali BUMN Karya bersaing untuk mendapatkan tender dengan memberikan nilai proyek yang menguntungkan bagi para pemilik proyek.
"Jadi kalau integrasi ini terjadi, bagi untuk kami ya proses kompetisi ini lebih sehat lah. Itu satu. Kemudian yang kedua, dari sisi equity, karena sudah disatukan equity-equity atau permodalannya harusnya lebih baik juga," ucapnya.
Selain itu, dengan modal yang besar, kata William, WIKA juga bisa menggarap proyek dengan nilai kontrak yang jumbo.
Fokus Bisnis Kontruksi
Wiliam menambahkan, setelah proses merger dengan BUMN karya lain terjadi, WIKA akan fokus pada bisnis Engineering, Procurement, and Construction (EPC) atau sektor kontruksi.
Baca Juga: Superbank Akui Ada 'Risiko' Jelang IPO
Menurutnya, saat ini portofolio WIKA memang rata-rata bisnis di sektor EPC atau kontruksi.
"WIKA sendiri, memang kami kuat dari scale ekspertis ya, pengalaman kerja di EPC. Jadi kalau dilihat secara portfolio, variasi pekerjaan, terutama di EPC. Itu mungkin bisa dibilang WIKA paling besar, paling banyak pengalamannya," katanya.
BUMN Karya Dirampingkan 3 Perusahaan
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusanatara (BPI Danantara) Dony Oskaria memberi kabar soal nasib BUMN-BUMN Karya di bawah lembaga baru. Banyak skema yang akan dilakukan Danantara untuk mengatur BUMN-BUMN Karya tersebut.
Salah satunya, bilang Dony, melakukan pengurangan jumlah BUMN Karya lewat skema penggabungan usaha atau merger.
"Skemanya tentu akan multi dan salah satu yang pasti ada mergernya pasti. Jadi pengurangan dari jumlah BUMN karya kita. Ini sedang kita kaji," katanya.
Menurut Dony, rencana konsolidasi BUMN Karya ini juga akan mengurangi jumlahnya, dari tujuh perusahaan menjadi tiga perusahaan.
Adapun, kekinian terdapat 7 BUMN Karya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. PT Hutama Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
"Jadi salah satunya diantaranya ada pengurangan dan konsolidasi Kita lagi menghitung kurang lebih akan jadi 3 perusahaan karya yang kuat nanti ke depannya," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
PITT Jual Bisnis Hotel dan Fokus Sektor Kapal Usai Diakusisi Jinlong Resources
-
Cara Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi Melalui Coretax DJP Lengkap Terbaru
-
BBRI Segera Lunasi Green Bond Rp879,43 Miliar, Dana Sudah Siap
-
Pendapatan AVIA Naik Rp652 Miliar, Emiten Laporkan Laba Bersih Meningkat
-
Impor Cacah Pakaian dari AS Dibuka, Mendag: Bukan untuk Thrifting
-
Harga Saham BULL Tertekan saat Emiten Gencar Ekspansi
-
Rosan Roeslani Sambangi Petinggi Moody's Rating Kenalkan Danantara
-
Telin - IPification Luncurkan Telin Mobile Network Verification: Perkuat Keamanan Identitas Digital
-
Bukan Dibatasi, Alfamart dan Indomaret Diminta Kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih
-
IHSG Sesi 1 Terkoreksi ke Level 8.255: BUMI Laris Manis, INDS Anjlok Paling Parah