- Walhi menyatakan banjir dan longsor di Sumatera disebabkan kerentanan ekologis akibat perubahan ekosistem hutan.
- Deforestasi seluas 1,4 juta hektare di tiga provinsi tersebut diperparah oleh aktivitas 631 perusahaan pertambangan.
- Wamen ESDM membantah tambang sebagai penyebab utama bencana, menekankan lokasi tambang jauh dari zona terdampak.
Suara.com - Wahana Lingkungan Indonesia atau Walhi menyebut penyebab banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada 25-27 November disebabkan kerentanan ekologis yang terus meningkat akibat perubahan bentang ekosistem penting seperti hutan, dan diperparah oleh krisis iklim.
Berdasarkan catatan WALHI, seluas 1,4 juta hutan di tiga wilayah itu telah mengalami deforestasi pada periode 2016-2025. Salah satu penyebabnya adalah adanya aktivitas pertambangan.
Walhi mengkapkan di tiga provinsi itu terdapat setidaknya 631 perusahaan pemegang izin tambang.
Lantas apa saja perusahaan tambang yang beroperasi di tiga wilayah itu, di antaranya sebagai berikut:
Sumatera Utara
- PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengelola tambang emas Martabe di kawasan Batang Toru, Tapanuli Selatan.
- PT Sorikmas Mining (SMM), perusahaan tambang emas dan mineral lainnya yang beroperasi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Aceh
- PT Emas Mineral Murni (EMM), perusahaan tambang emas, tembaga, molibdenum di Kabupaten Aceh Tengah dan Nagan Raya.
- PT Lhoong Setia Mining, perusahaan tambang tambang mineral logam yang berfokus pada penambangan bijih besi di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.
- PT Mifa Bersaudara, perusahaan tambang batu bara di Aceh Barat.
- PT Bara Adipratama Meulaboh, perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Aceh Barat.
Sumatera Barat
- PT Nusa Alam Lestari (NAL), perusahaan tambang batu bara yang berada di Kota Sawahlunto.
- PT Guguk Tinggi Coal, perusahaan tambang batu bara yang berada di Kota Sawahlunto.
- PT Karbindo Abesyapradhi adalah perusahaan pertambangan batubara yang berada di Kabupaten Sijunjung.
- PT Tripabara, perusahaan tambangan batu bara yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan.
- PT Bina Bakti Pertiwi adalah perusahaan tambang emas dan timah hitam yang berada di Kabupaten Solok Selatan
ESDM Sebut Tambang Bukan Penyebab
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM) Yuliot Tanjung buka suara soal aktivitas pertambangan yang disebut menjadi penyebab banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera, khususnya wilayah Sumatera Utara.
Baca Juga: Aturan Pengelolaan Sumur Rakyat Dinilai Beri Peluang Cuan Bagi Ekonomi Daerah
Ia menegaskan, lokasi pertambangan berada jauh dari kawasan yang terdampak bencana.
"Nggak, ya, katanya wilayah kerjanya jauh," kata Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Untuk memastikan penyebab pasti longsor dan banjir, Yuliot mengatakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan melakukan pemeriksaan lapangan pada Senin (1/12/2025).
Dalam peninjauan lapangan itu akan dipastikan apakah penyebab bencana juga disebabkan aktivitas pembalakan liar.
"Ini dicek di lapangan. Besok Pak Menteri akan lihat dari atas besok," kata Yuliot.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Bos SMGR Blak-blakan soal Kondisi Bisnis Semen Tanah Air
-
Ekonomi Indonesia Diapresiasi IMF dan Investor Global, Analis: Momentum Perkuat Kedaulatan
-
Kemenperin: Industri Jamin Stok Plastik Aman
-
Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Nonsubsidi Naik Bulan Depan?
-
Dukung Industri Kreatif, JNE Jadi Official Logistics Partner Dalam Gelaran "Let Them Eat Art"
-
Kebijakan DMO Jaga Harga Minyak Goreng Tetap Stabil
-
14 Cara Mendapatkan Uang dari HP untuk Penghasilan Tambahan
-
Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan
-
Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tembus 2.775 TEUs di Maret 2026