- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebabkan lonjakan signifikan kebutuhan bahan pangan, terutama telur yang mencapai 2.100 ton pada 17 Oktober 2025.
- Kebutuhan telur diprediksi meningkat hingga 5.000 ton sekali masak seiring target penerima MBG mencapai 82,9 juta orang tahun depan.
- Program ini menuntut perluasan kapasitas peternakan dan peningkatan pasokan komoditas lain seperti gabah dan pisang secara nasional.
Untuk sumber protein non-unggas, kebutuhan ikan lele pun besar karena menjadi menu yang kerap disajikan SPPG.
"Jika kita memberi makan lele, maka sekali ngasih makan lele butuh 3.000 lele, itu setara dengan 2 kolam bioflok. Jadi satu bulan butuh 8 kolam bioflok, satu siklus yang usianya kurang lebih 4 bulan, maka satu SPPG butuh 32 kolam bioflok," kata Dadan.
Ia menyebut peningkatan kebutuhan pangan itu sejalan dengan bertambahnya jumlah penerima manfaat MBG. Kondisi tersebut menurutnya memberi peluang bagi dunia usaha untuk memperluas rantai pasok pangan nasional.
"Sekarang kita kebutuhannya meningkat, karena jumlah penerima manfaat meningkat, dan saya kira ini kesempatan untuk seluruh yang berkecimpung di dunia usaha untuk menyiapkan pantai pasok," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD, Begini Cara Melindungi Keuangan Keluarga
-
Misi Gagal Total, AS-Israel Memilih Berdamai dengan Iran di Tengah Gempuran
-
LRT Jakarta Fase 1B Masuki Tahap Uji Coba, Waskita Karya Catat Progres Konstruksi 93,07 Persen
-
Risiko Besar jika Rupiah Tembus Rp18.000, Siapa yang Dirugikan?
-
Digitalisasi di Desa Pleret Bantul, Warga Bisa Urus Layanan Kalurahan Lewat HP dari Rumah
-
Moody's Beri Prospek Negatif, Fitch dan S&P Anggap Danantara 'Stabil': Ini Alasannya
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026