- Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen pendaftaran mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena jumlah pendaftar melebihi kapasitas.
- Saat ini, terdapat 16.503 SPPG yang beroperasi di 38 provinsi dan sedang diverifikasi 14.740 calon mitra baru.
- BGN menargetkan melayani minimal 60 juta penerima manfaat pada Januari 2026, fokus pada konsolidasi sistem dan kesiapan lapangan.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup permanen pendaftaran mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini, setelah jumlah pendaftar melampaui kapasitas dan ribuan calon mitra tengah memasuki tahap finalisasi pembentukan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan hingga hari ini sudah tersedia 16.503 SPPG di 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7.022 kecamatan.
Jumlah itu dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun dan menjadi indikasi kuat tingginya antusiasme masyarakat serta pemangku kepentingan terhadap program makan bergizi gratis.
Selain unit yang sudah beroperasi, BGN juga tengah menuntaskan proses verifikasi terhadap 14.740 calon SPPG. Lonjakan ini membuat pemerintah memilih menghentikan sementara pendaftaran mitra baru agar tidak mengganggu proses konsolidasi.
"Sehingga kami putuskan portal mitra ditutup permanen. Jadi tidak ada lagi, karena kami sedang membuat yang persiapan itu akan menjadi mitra kami," kata Dadan dikutip Selasa (2/12/2025).
Ia memastikan penutupan portal tidak berarti program berhenti berkembang. Justru sebaliknya, BGN ingin memastikan seluruh calon mitra yang sudah mendaftar dapat segera difungsikan, sehingga jumlah jaringan SPPG terus bertambah tanpa penundaan administratif.
"Total sudah ada sekitar 30.000 mitra, yang baik sudah operasional maupun dalam proses persiapan," imbuhnya.
Angka itu mencakup SPPG wilayah aglomerasi serta SPPG daerah terpencil yang menjadi fokus percepatan tahun ini.
BGN saat ini juga mengebut pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi daerah terpencil yang rencananya mencapai 8.200 unit. Dari jumlah tersebut, setidaknya 4.700 unit ditargetkan selesai pada Desember.
Baca Juga: Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
Keberadaan SPPG di daerah terpencil diperlukan agar seluruh wilayah, terutama yang sulit dijangkau, tetap memperoleh layanan makan bergizi secara merata.
Penutupan portal mitra dilakukan ketika BGN bersiap memasuki fase operasional skala besar mulai Januari.
Dengan jaringan yang sudah mencapai puluhan ribu dapur, BGN menargetkan bisa melayani minimal 60 juta penerima manfaat pada awal tahun, sebelum meningkat hingga 82,9 juta pada Februari.
Menurut Dadan, seluruh proses konsolidasi ini menjadi landasan penting untuk memastikan program makan bergizi gratis dapat berjalan tanpa kendala di seluruh wilayah.
Ia menegaskan BGN kini bergerak pada tahap pematangan sistem dan kesiapan lapangan.
"Kita tidak perkirakan bahwa dalam waktu 11 bulan kita sudah bisa membentuk 16.503 SPPG. Dan itu artinya kita sudah melayani 47 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor
-
Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan
-
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
-
Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA
-
Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi