- Ekonom Bank Mandiri prediksi ekonomi 2025 hanya tumbuh 5–5,1 persen.
-
Proyeksi pertumbuhan RI lebih rendah dari target APBN 2025–2026.
-
Kredit Mandiri tumbuh 11% dan dukung stabilitas ekonomi nasional.
Suara.com - Ekonom Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 hanya akan mencapai kisaran 5 persen hingga 5,1 persen, lebih rendah dari target Asumsi Makro APBN 2025 sebesar 5,2 persen. Sementara pada 2026, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,2 persen, juga di bawah target APBN 2026 yang dipatok 5,4 persen.
Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menjelaskan bahwa menjelang penutupan tahun 2025, dinamika global masih sarat ketidakpastian, mulai dari kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) hingga perlambatan permintaan dunia. Faktor-faktor tersebut menahan potensi pertumbuhan lebih tinggi bagi Indonesia.
“Melihat berbagai perkembangan leading indicator selama periode Oktober–November 2025, kami masih menilai ekonomi Indonesia cukup resilien. Perkirakan pertumbuhan tahun ini berada di kisaran 5 persen sampai 5,1 persen,” ujar Andry dalam paparan virtual, Rabu (3/12/2025).
Meski demikian, Andry menekankan bahwa optimisme terhadap pemulihan ekonomi tetap terjaga selama koordinasi kebijakan antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri berjalan efektif. Sinergi yang solid, menurutnya, menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus membuka ruang memperkuat produktivitas nasional di tahun mendatang.
Dari sisi intermediasi keuangan, perbankan disebut berada dalam kondisi yang mendukung. Penyaluran kredit Bank Mandiri hingga kuartal III-2025 tumbuh 11 persen secara tahunan (YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri perbankan secara keseluruhan. Kinerja tersebut didorong permintaan pembiayaan produktif serta likuiditas yang terus membaik.
“Dominasi dana murah (CASA) juga turut menjaga efisiensi biaya dana,” terang Andry.
Sementara itu, Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, menyoroti pentingnya percepatan realisasi belanja pemerintah sebagai pengungkit pertumbuhan pada akhir tahun. Hal ini sejalan dengan langkah fiskal pemerintah untuk menjaga momentum ekspansi ekonomi pada kuartal IV-2025.
“Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 diperkirakan lebih akseleratif, mencapai 5,08 persen, naik dari 5,04 persen pada kuartal sebelumnya, terutama didorong momentum konsumsi pada periode Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri Ungkap Rahasia Ekonomi RI Tetap Kuat
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Bos Vale Santai Tanggapi Rencana Pemerintah Pangkas Produksi Nikel
-
Aturan Baru, OJK Bisa Ajukan Gugatan Pelaku Usaha Jasa Keuangan
-
Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Melonjak Jelang Akhir Januari 2026
-
Butuh Listrik Tambahan untuk Hajatan? Ini Cara Pesan di PLN Mobile
-
SKK Migas dan PetroChina Mulai Garap Pengeboran Jabung Tahun 2026
-
Isu Perubahan Aturan MSCI Ancam IHSG, Dana Asing Rp31 Triliun Cabut?
-
Survei Bank Indonesia : Kegiatan Dunia Usaha Masih Lesu
-
Purbaya Ogah Tambah Dana SAL ke Bank, Klaim Kredit Segera Tumbuh
-
Lepas Suspend, Saham-saham Ini Kembali Diperdagangkan dengan Status Khusus
-
Ekonomi China Tumbuh Positif, Harga Minyak Dunia Menguat