- Layanan MRO Indonesia diminati negara tetangga dan global seperti Malaysia, Vietnam, serta China.
- Layanan MRO ini mencakup inspeksi, rehabilitasi, dan modernisasi teknologi pembangkit listrik agar efisien.
- Keberhasilan ini membuktikan kemampuan Indonesia bersaing di pasar internasional dalam perawatan energi.
Suara.com - Layanan perawatan pembangkit listrik milik Indonesia laris manis digunakan oleh negara-negara tetangga maupun global. Pasalnya, negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, hingga China ramai-ramai manfaatkan jasa Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) PLN Indonesia Power (PLN IP)
PLN IP menjalankan layanan MRO melalui Unit Bisnis Pemeliharaan (UBH) dan anak usaha PLN IP Services.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyebut pencapaian ini jadi bukti kemampuan Indonesia tidak kalah dari pemain internasional.
"Kami tidak hanya menjaga keandalan pembangkit di dalam negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Setiap proyek yang kami kerjakan mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Adapun, Layanan MRO PLN IP mencakup inspeksi menyeluruh, rehabilitasi, hingga modernisasi teknologi agar pembangkit tetap efisien dan ramah lingkungan.
Pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan prinsip 5 ON, On Quality, On Cost, On Time, On Scope, dan On Safety.
Sedangkan, layanan teknis yang ditawarkan meliputi Overhaul Turbin & Generator, Low Speed Balancing, Rewinding & Reinsulation Rotor/Stator, Remaining Life Assessment (RLA), Retrofit dan relokasi unit pembangkit, hingga Testing & Commissioning.
Berikut daftar negara yang menggunakan jasa perawatan pembangkit listrik PLN IP Services:
- Malaysia: Supervisi mekanikal untuk perakitan crankshaft dan pelatihan Gas Turbine Mayor Overhaul.
- Vietnam: Technical Advisor untuk inspeksi turbin & generator di Nghi Son dan Hai Phong Power Plant.
- Filipina: Low Speed Balancing bersama Sulzer di Bataan Power Plant.
- Kuwait: Layanan O&M untuk sektor distribusi jaringan listrik.
- Kamboja: Overhaul dan perawatan berkala Wartsila Diesel Engine.
- Singapura & China: Ekspor komponen dan dukungan teknis untuk proyek energi.
Baca Juga: Kemenperin Akui Industri Otomotif Bahaya, Meski Penjualan Mobil Listrik Meroket, Ini Alasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Menhub Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
-
Airlangga Targetkan Kunjungan Wisman 17,6 Juta di 2026, Pendapatan Devisa Rp 24,7 Miliar
-
Respon ATR Setelah Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros