- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerima kritik terkait upaya menekan impor BBM melalui penerapan bioetanol.
- Kebijakan mandatori biodiesel bertujuan memanfaatkan sumber daya domestik sesuai arahan Presiden Prabowo.
- Kritikan datang dari pihak importir BBM dan karena kurangnya penjelasan utuh mengenai bioetanol.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadila, mengaku mendapatkan banyak kritikan ketika berupaya menekan impor BBM, salah satunya dengan menerapkan bioetanol.
Akibat kebijakan itu, Bahlil mengaku disebut sebagai Master Menteri Etanol.
"Di mana-masa saya dibilang sebagai Mister Menteri Etanol. Epen kah? Emang penting," kata Bahlil dalam sambutannya pada agenda '40 BIG Conference 2025 bertajuk Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi' di Jakarta pada Senin (8/12/2025).
Bahlil pun menegaskan tidak peduli dengan kritikan tersebut. Sebab katanya penerapan mandatori biodiesel bertujuan untuk menekan impor BBM dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dalam negeri.
"Ini yang dimaksudkan oleh Pak Presiden Prabowo. Jangan bocor terus uang kita keluar. Apa yang kita punya kita manfaatkan dalam negeri ini," tegasnya.
Dijelaskannya, Indonesia memiliki banyak tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan baku bioetanol seperti tebu, jagung, dan singkong.
Dia pun mencontohkan beberapa negara yang telah menerapkan mandatori bioedisel, seperti Brasil yang telah memperlakukan E30.
Namun, sayangnya, kata Bahlil, ketika di Indonesia akan diterapkan E10 sudah dapat mendapatkan kritikan.
"Di Brazil mandatorinya E30 tapi sudah ada E100. Di Amerika mandatorinya E20 ,sudah ada E85. Di India, di Thailand, di Cina itu minimal E10 sampai E20. Di Indonesia begitu kita membuat perencanaan E10, sudah pada ribut," kata Bahlil.
Baca Juga: Singgung SPBU Swasta Ogah Beli Base Fuel dari Pertamina, Bahlil: Jadi Aja Tukang Pijit!
Bahlil pun mengakui banyaknya kritikan itu karena penjelasan soal bioetanol disampaikan belum secara utuh.
Selain itu, kata Bahlil, terdapat pihak yang tidak suka, sebab dengan penerapan mandatori biodisel, akan menekan kebutuhan impor BBM.
"Dan saya dapat memastikan orang-orang yang ribut ini, pertama adalah saudara-saudara saya mungkin penjelasannya yang kita belum mereka secara utuh. Yang kedua ya importir. Tulis besar-besar saja, enggak apa-apa. Ya, importir" kata Bahlil.
"Ini barang sudah nyaman kok. Kata mereka, 'apa maunya Bahlil ini, olar sudah enggak boleh impor, avtur enggak boleh impor, ini bensin pun mau dikurangi impornya.' Terserah kau lah. Emang negara kau mau atur," sambung Bahlil.
Berita Terkait
-
Bahlil Ingatkan Perusahaan Harus Berpedoman Wawasan Lingkungan dalam Kelola Pertambangan
-
Pengamat Nilai Proyek RDMP Balikpapan Bisa Percepat Hilirisasi Migas
-
Banjir Sumatera Telan Banyak Korban, Kementerian ESDM akan Perketat Amdal
-
Banjir Ganggu Pasokan BBM di Sumatera, Bahlil: Kita Lagi Putar Otak
-
Kuota LPG 3Kg Ditambah 350.000 Ton Tanpa Anggaran Baru
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
-
Aksi Jual Asing Marak, Saham BBCA Sudah 'Diskon' Hampir 10 Persen
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
Terkini
-
Bahlil Pamer Capaian ESDM di Tahun 2025
-
Purbaya Gandeng BUMN Tarik Pajak Transaksi Luar Negeri, Incar Rp 84 M per Tahun
-
Investor RI Kini Bisa Short Option Saham AS
-
Izin Dicabut Prabowo, Tambang Emas Astra di Martabe Akan Beroperasi Lagi?
-
Rupiah Berhasil Tundukan Dolar AS Hari, Tembus Level Rp 16.820/USD
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
Serap 4 Juta Ton Beras Petani, Bulog Mau Cari Gudang Tambahan
-
ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli BBM Solar dari Kilang Pertamina Mulai Tahun Ini
-
Pelni Siapkan Strategi Jitu Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran, Apa Saja?
-
Purbaya Gunakan AI hingga Beli Data dari Luar Negeri buat Cari Tambahan Pajak