- Menteri ESDM mengakui pasokan BBM terganggu di Sumatera akibat infrastruktur jalan terputus dampak bencana banjir pekan ini.
- Banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengakibatkan ribuan warga mengungsi serta puluhan korban jiwa.
- Kementerian ESDM berupaya memulihkan jaringan listrik terdampak dengan mengirim material tower menggunakan pesawat Hercules.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui ada gangguan pasokan BBM di wilayah terdampak bencana banjir Sumatera pada pekan ini. Gangguan itu disebabkan oleh banyak jalan terputus.
Diwartakan sebelumnya, terdapat 16 kabupaten/kota yang terendam banjir di Aceh. Akibatnya 20.759 orang mengungsi.
Di Sumatera Utara, sebanyak 12 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor. Sejauh ini data yang terhimpun sebanyak 43 orang meninggal dunia dan 88 lainnya masih dalam pencarian. Selain itu sebanyak 1.168 orang terpaksa harus mengungsi.
Sementara di Sumatera Barat, banjir dan longsor yang terjadi menelan 12 korban jiwa dan berdampak pada sekitar 12.000 warga. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan.
Bahlil sendiri menerangkan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk mencari solusi masalah BBM di Sumatera.
"Karena begitu jalan putus, itu (BBM) terganggu. Tapi kita lagi putar otak semuanya. Insyaallah kita akan lakukan pemulihan secara cepat," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta pada Jumat (28/11/2025).
Di sisi lain, terkait jaringan listrik yang terputus di wilayah terdampak, disebut Bahlil menjadi salah satu perhatian kementeriannya . Bahlil mengaku telah berkoordinasi dengan PLN.
Sejauh ini salah satu upaya yang dilakukan Kementerian ESDM mengirimkan material tower listrik ke lokasi bencana menggunakan pesawat Hercules.
"Subuh tadi sudah masuk dan sekarang kita mulai pemasangan. Dan jalan di sana kan putus. Jadi langkah pertama yang kita lakukan adalah bagaimana percepatan untuk aliran listrik bisa nyala," kata Bahlil.
Baca Juga: Banjir Sumatera Dikaitkan dengan Tambang Ilegal, Ini Tanggapan Kementerian ESDM
Sementara Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung juga meminta PLN untuk segera mengatasi masalah kelistrikan di daerah terdampak bencana banjir Sumatera..
"Itu kan untuk daerah yang terdampak, itu kan kelistrikannya harus dipastikan aman. Dan juga bagaimana penyaluran kalau ada kondisi yang menyebabkan sebagian infrastrukturnya yang terganggu. Jadi itu harus segera dipulihkan oleh teman-teman PLN," kata Yuliot yang ditemui terpisah di Kementerian ESDM, Jakart pada Jumat (28/11/2025).
Selain listrik yang terputus, distribusi BBM juga menjadi persoalan. Di beberapa beberapa wilayah yang terdampak longsor dan banjir telah terjadi kelangkaan. Yuliot pun meminta agar PT Pertamina Patra Niaga tetap mengupayakan pendistribusiannya.
"Terkait dengan ketersediaan BBM, ini kan banyak jalan yang longsor, banyak jembatan yang putus juga. Jadi kita juga memastikan untuk SPBU yang ada, ini yang bisa dilayani, itu akan tetap didistribusikan oleh teman-teman yang ada PT Pertamina Patra Niaga," tutup Yuliot.
Berita Terkait
-
Banjir Kepung Sumatera: Puan Minta Pemerintah Gercep Evakuasi, Perintahkan Anggota DPR Turun
-
Bansos Tetap Jalan Meski Sumatera Terendam Bencana, PT Pos Indonesia Pastikan Penyaluran Aman
-
Kuota LPG 3Kg Ditambah 350.000 Ton Tanpa Anggaran Baru
-
Banjir Kepung Sumatera, DPR Desak Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional
-
Program Masuk Finalisasi, Bahlil Mau Bangun PLTS di Setiap Desa
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
-
Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?
-
Rusia Raup 'Durian Runtuh' Rp 325 Triliun dari Perang Iran Vs AS-Israel
-
IHSG Gaspol Terus, Melonjak ke Level 7.700 Pagi Ini
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi
-
Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN
-
Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini