- George Soros dikenal sebagai filantropis melalui OSF dan spekulan kontroversial yang sukses meruntuhkan nilai tukar pound sterling tahun 1992.
- OSF, didirikan tahun 1984 oleh Soros, bertujuan mendukung demokrasi liberal dan hak asasi manusia di berbagai negara global.
- Dokumen menuduh OSF menyalurkan dana ke masyarakat sipil Indonesia untuk mengkonsolidasikan gerakan menjelang kerusuhan Agustus 2025.
Protes tersebut, yang disebut "Kerusuhan Indonesia Agustus 2025", pecah akibat kemarahan publik atas tunjangan jumbo anggota DPR di tengah lonjakan harga pangan, biaya pendidikan, dan pajak.
Aksi massa melibatkan mahasiswa, pekerja gig, dan serikat buruh, memicu kerusuhan di beberapa kota dan memaksa Presiden Prabowo Subianto membatalkan kunjungan luar negeri.
Isu ini termasuk identifikasi Yayasan Kurawal diidentifikasi sebagai inti, menerima total hibah senilai USD 1.670.782 dari Program Network Grants OSF, termasuk USD 300.000 untuk Papua, dengan tujuan mengkonsolidasikan gerakan masyarakat sipil.
Pendanaan dialirkan ke proyek seperti "Expedition to Discover New Voices" yang bertujuan menciptakan "narasi tandingan" yang mengkritik kebijakan pemerintah dan memobilisasi kaum muda menjelang Pemilu 2029 melalui media digital.
Mitranya termasuk produser media, serikat buruh, organisasi Islam besar (Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama), dan aktivis mahasiswa.
Dana Cepat Tanggap Darurat (DCTD): Kurawal mengoperasikan DCTD yang memberikan bantuan darurat kepada aktivis seperti Kompol dan The Social Movement Institute (SMI) untuk biaya perumahan aman, makanan, dan biaya hukum selama periode yang bertepatan dengan eskalasi kerusuhan (1-30 September 2025).
Namun demikian, tuduhan ini belum ada bukti yang konkrit maupun dokumen yang secara langsung menunjukkan bahwa Soros atau OSF merencanakan atau mengarahkan kerusuhan, bantuan keuangan ini berfungsi sebagai jaring pengaman bagi aktivis yang dituding memicu kekacauan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Rupiah Kian Terjepit, Ancaman Level Rp17.000 Mulai Menghantui
-
Siaga Penuh! PLN Siapkan 1.681 SPKLU di Jalur Mudik Utama
-
Strategi Menyimpan Uang THR untuk Generasi Sandwich, Anti Boncos Pasca Lebaran
-
Arus Mudik Lewat Kapal Ferry Diproyeksi Tembus 5,8 Juta Penumpang
-
TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-secure Connectivity Melalui Data Center
-
BTN Siapkan Uang Tunai Rp23,18 Triliun untuk Kebutuhan Transaksi Lebaran 2026
-
Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Prospek RI
-
Purbaya Kurusan usai Jabat Menkeu, Akui Berat Badan Turun 9 Kg
-
Minyak Meroket Lagi Tembus US$100, Strategi Tekan Harga Ala Trump Gagal?
-
BGN Evaluasi Total! 1.512 Dapur MBG di Jawa Dihentikan Sementara