-
SOREC UGM nilai paguyuban penting perbaiki komunikasi ojol–aplikator.
-
Gojek luncurkan PPMG sebagai forum aspirasi mitra pertama di Bandung.
-
Struktur representatif dinilai perkuat suara dan posisi tawar pengemudi.
Suara.com - Social Research Center (SOREC) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada menilai bahwa pembentukan paguyuban mitra merupakan langkah strategis dalam membenahi hubungan antara pengemudi dan aplikator transportasi daring.
Selama beberapa tahun terakhir, SOREC mengamati bahwa banyak persoalan di sektor ini muncul akibat komunikasi yang tidak merata, penyebaran informasi yang tidak terstruktur, serta keluhan pengemudi yang kerap tidak tersampaikan secara utuh.
SOREC menegaskan perlunya struktur representasi yang jelas agar hubungan kedua pihak berjalan lebih sehat, berimbang, dan berkelanjutan. Ketua SOREC, Dr. AB Widyanta, menekankan bahwa pembentukan paguyuban tidak hanya soal menghadirkan forum resmi, tetapi harus ditopang pemahaman sosial yang kuat mengenai kondisi riil para pengemudi.
“Setiap organisasi yang dibentuk untuk mewakili pekerja harus disusun berdasarkan riset dan pemetaan sosial yang tepat. Tanpa pondasi tersebut, komunitas ojol berisiko tidak berfungsi optimal dan gagal menjembatani persoalan yang ada,” jelasnya.
Dalam kajian SOREC, struktur perwakilan yang terorganisir akan mengurangi komunikasi sporadis yang selama ini menjadi sumber miskomunikasi. Informasi kebijakan dan fitur dapat tersampaikan lebih rapi, sementara aspirasi pengemudi dihimpun secara terstruktur sehingga lebih mudah dipetakan dan ditindaklanjuti.
“Dalam jangka panjang, mekanisme seperti ini dapat mengurangi kesalahpahaman, mencegah rumor, serta membuka ruang dialog yang lebih konstruktif,” tambah Widyanta.
SOREC juga mencatat bahwa paguyuban yang dikelola secara demokratis akan memperkuat posisi tawar pengemudi, karena suara mereka disampaikan melalui perwakilan resmi yang memiliki legitimasi dari komunitasnya.
Sejalan dengan temuan akademik tersebut, Gojek baru-baru ini memperkenalkan Paguyuban Perwakilan Mitra Gojek (PPMG) sebagai forum representatif pertama yang memungkinkan mitra pengemudi memilih perwakilan aspirasi mereka secara langsung. Program ini pertama kali dijalankan di Bandung.
PPMG berfungsi sebagai ruang konsultasi terkait kesejahteraan, keselamatan, pengalaman operasional, hingga pengembangan fitur aplikasi. Para kandidat perwakilan dipilih secara demokratis oleh mitra aktif melalui proses independen, dengan masa bakti dua tahun.
Baca Juga: 5 Trik Ojol Gacor Anti Anyep, Benarkah Konsistensi dan Motor Sehat Jadi Kuncinya?
Sejak 6 November 2025, mitra pengemudi yang memenuhi syarat telah mendaftarkan diri sebagai kandidat. Lima kandidat dengan dukungan terbanyak akan maju ke tahap kampanye, debat, dan pemilihan langsung melalui aplikasi Gojek.
Direktur Operasional Gojek, Bambang AW, menegaskan bahwa PPMG adalah wujud komitmen perusahaan untuk memastikan suara mitra menjadi bagian nyata dalam pengambilan keputusan.
“Inisiatif ini lahir dari keyakinan bahwa masukan mitra harus mendapat tempat yang layak dalam setiap upaya perbaikan layanan. Kami ingin memastikan bahwa hubungan antara Gojek dan mitra tumbuh dalam semangat saling memahami dan mendukung,” ujarnya.
Bambang juga menyambut baik dukungan akademik SOREC yang dianggap memperkuat landasan PPMG sebagai wadah representatif yang akurat dan selaras dengan kebutuhan mitra. Ia berharap paguyuban ini mampu menjadi ruang kolaborasi baru yang memperkuat ekosistem Gojek ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
-
Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week