- Menteri Lingkungan Hidup tidak mengesampingkan pidana terhadap perusahaan DAS Batang Toru terkait banjir akhir November.
- Empat perusahaan, termasuk tambang emas Agincourt Resources, disegel karena diduga memperparah banjir di Tapanuli Selatan.
- Kementerian LH menemukan material kayu di sungai Batang Toru adalah kombinasi dari pohon tumbang alami dan yang tidak alami.
Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq tidak mengesampingkan potensi pidana terhadap beberapa perusahaan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara (Sumut), terbukti berkontribusi menyebabkan banjir dan longsor dahsyat pada akhir November kemarin.
Sementara Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengatakan empat perusahaan di DAS Batang Toru telah disegel sejak akhir pekan lalu karena diduga memperparah banjir Sumatera Utara, tepatnya di Tapanuli Selatan.
Empat perusahaan itu termasuk tambang emas milik Agincourt Resources, yang terafiliasi dengan Astra International (ASII) lewat dua anak usahanya, yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) dan oleh PT Pamapersada Nusantara. Tiga perusahaan lain adalah PTPN 3, PLTA Batang Toro yang dioperasionalkan oleh PT NSHE dan PT Sago Nauli.
"Hari ini sedang dievaluasi semua. Kemudian yang empat di antaranya, kita lakukan penghentian operasional, karena disinyalir berkontribusi cukup besar di dalam banjir di Batang Toru," kata Menteri Faisol, Senin (8/12/20250 saat ditanya soal potensi pidana perusahaan-perusahaan tersebut.
"Ini sedang kita lakukan penanganan lebih serius, di antaranya yang akan kita temukan adalah dengan audit lingkungan. Kemudian persetujuan lingkungan hidup dan kemungkinan pidana dari 3 atau 4 unit, nanti kita lihat dulu perkembangannya," tambah Hanif yang ditemui usai pelepasan bantuan pasca-bencana Sumatera di Jakarta.
Kementerian LH sebelumnya mengatakan hasil pemeriksaan awal di DAS Batang Toru ditemukan kayu terseret banjir merupakan kombinasi pohon tumbang alami dan material kayu yang masuk tidak alami ke badan sungai.
"Kami memastikan bahwa material kayu yang memenuhi aliran sungai bukan berasal dari hulu Batang Toru. Namun proses pemeriksaan tetap kami lakukan secara rinci," kata Menteri Faisol pada Minggu (7/12/2025).
"Jika nantinya ditemukan ada pihak yang sengaja membuang atau membiarkan material kayu memasuki aliran sungai hingga menambah risiko banjir, maka tindakan hukum termasuk pidana akan segera kami terapkan," tambahnya.
Langkah itu diambil setelah dia melakukan kunjungan kerja dan verifikasi lapangan di Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, sebagai bagian dari respons tanggap darurat terhadap banjir dan longsor yang melanda wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).
Baca Juga: Tambang Emas Termasuk Tiga Klaster Pemicu Parahnya Banjir Sumatera Utara
Menteri Hanif meninjau titik-titik terdampak, berdialog langsung dengan warga yang kehilangan rumah dan akses dasar, serta memantau aliran Sungai Garoga yang dipenuhi material kayu.
Hasil pengecekan awal menunjukkan kombinasi pohon tumbang alami dan masuknya material kayu secara tidak alami ke badan sungai, yang diduga memperparah dampak banjir.
Temuan lapangan ini akan dikaji lebih lanjut oleh tim kajian lingkungan yang melibatkan ahli lingkungan, akademisi, dan tim audit KLH/BPLH untuk menelusuri sumber, pola pergerakan material, dan potensi pelanggaran pemanfaatan ruang.
Kunjungan itu bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan cepat, memetakan penyebab lingkungan, serta menegaskan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) untuk melakukan kajian lingkungan hidup yang komprehensif sebelum menentukan langkah pemulihan dan penegakan hukum.
Disegel
Sementara Wamen LH Diaz Hendropriyono empat perusahaan disegel karena disinyalir berperan memperparah banjir Sumatera Utara.
Tag
Berita Terkait
-
Suasana Pasca Banjir Bandang di Sumatera
-
Mitsubishi Fuso Bantu Pemulihan Masyarakat Terdampak Banjir Bandang Sumatera
-
Hentikan Produksi Tambang Emas, Agincourt Resources Serahkan Data ke KLH Pasca Banjir Sumatera
-
Menguak PT Minas Pagai Lumber, Jejak Keluarga Cendana dan Konsesi Raksasa di Balik Kayu Terdampar
-
Pakar IPB Bongkar Fakta Mengerikan di Balik 'Rudal Kayu' Banjir Bandang Sumatera
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
Terkini
-
BBM Naik-Rupiah Jebol, Warga: Sekarang Belanja Cuma Dapat Sayur dan Bumbu-bumbuan Saja!
-
Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco
-
Pertamax Melonjak, SPBU Swasta Ikut Kerek Naik Harga BBM Hingga Tembus Rp17.000 per Liter
-
Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan
-
Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital
-
Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia
-
Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI
-
Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram
-
Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian
-
Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'