- Rupiah ditutup melemah 0,07 persen pada Rabu (10/12/2025) menjadi Rp16.688 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah diprediksi berlanjut karena sentimen global dan domestik memengaruhi pergerakan mata uang tersebut.
- Pergerakan rupiah esok hari sangat bergantung pada nada pernyataan The Fed setelah hasil FOMC malam ini.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih terpuruk pada penutupan pasar hari ini, Rabu (10/12/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.688 per dolar Amerika Serikat.
Dengan kata lain, rupiah melemah 0,07 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp 16.676 per dolar AS. Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.688 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah akan terus berlanjut. Hal ini seiring dengan sentimen global dan dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda.
"Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS. Rupiah mengurangi perlemahan awal setelah data menunjukkan kenaikan pada penjualan ritel Indonesia yang lebih tinggi dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com
Dia menilai kondisi rupiah besok akan tergantung pada hasil FOMC malam ini. Walau hampir dipastikan memangkas suku bunga, namun investor mencermati seberapa hawkish nada dari pernyataan the Fed.
"Apabila less hawkish maka rupiah bisa menguat dan sebaliknya Range 16600-16700," tandasnya.
Selain rupiah, beberapa mata uang juga mengalami pelemahan terhada dolar AS. Ringgit Malaysia misalnya menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,17 persen. Selanjutnya, rupee India yang berbalik melemah 0,08 persen dan won Korea Selatan yang terkoreksi 0,05 persen.
Peso Filipina juga ditutup turun 0,05 persen, sama seperti dolar Taiwan yang juga sudah ditutup melemah 0,04 persen dan baht Thailand yang tergelincir 0,04 persen.
Sementara Singapura menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,15 persen. Lalu ada yen Jepang yang terkerek 0,14 persen. Kemudian yuan China dan dolar Hongkong yang sama-sama menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback pada sore ini.
Baca Juga: Cadangan Devisa Meningkat, Bikin Rupiah Kembali Bangkit Lawan Dolar Amerika
Berita Terkait
-
Rupiah Kembali Merosot, Dolar Amerika Naik ke Rp16.694
-
Rekomendasi Website Terbaik untuk Cek Nilai Tukar Kurs USD ke IDR
-
Rupiah Berotot Tundukan Dolar AS di Level Rp 16.674 Hari Ini
-
Investor Masih Wait and See, Bikin Rupiah Masih Loyo Bertemu Dolar Amerika
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Terlemah Hari Ini
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Jasa Marga: Keputusan One Way dan Contraflow Mudik Lebaran Ada di Tangan Korlantas
-
Pemerintah Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga Lebaran 2026
-
Harga Minyak Bergerak Liar Pagi Ini, Imbas Perang dan Tekanan di Selat Hormuz
-
Bahlil Imbau Publik Jangan Panik, Ini Penjelasan Soal Ketahanan BBM 21 Hari
-
Stok Pangan dan Energi Aman di Tengah Konflik Global
-
LPDB Kucurkan Rp47 Miliar, Dukung Proyek Fiber Optik Koperasi Pegawai Indosat
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026
-
Jasa Marga Terus Tambal Jalan Berlubang di Tol Japek hingga Jakarta-Tangerang
-
Petani Tembakau Curhat, Perusahaan Rokok Menyusut dari 5.000 Jadi 1.700