- INDODAX menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera melalui program "INDODAX untuk Indonesia".
- Kerja sama dilakukan bersama Asar Humanity dan Ayobantu, dengan penyerahan bantuan pada 9 Desember.
- Program ini menunjukkan kolaborasi kuat antara perusahaan, platform donasi, dan lembaga kemanusiaan.
"Di Aceh, beberapa kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang masih sulit diakses. Kami berupaya menembus lokasi-lokasi terisolasi tersebut melalui konvoi double cabin yang membawa delapan ton bantuan dan sepuluh armada," ungkap Purwadi.
"Bahkan, hari ini kami memberangkatkan tiga puluh relawan yang harus berjalan kaki selama dua hari melewati tiga puluh dua jembatan putus untuk menjangkau daerah yang tidak bisa ditembus kendaraan," imbuhnya lagi.
Asar Humanity telah mengaktifkan posko induk, sejumlah posko unit, serta pusat logistik untuk mempercepat pelayanan kepada para korban.
Upaya ini dijalankan melalui kolaborasi multipihak, termasuk INDODAX sebagai mitra penyalur bantuan, serta dukungan pemerintah daerah, komunitas lokal, relawan, mahasiswa, hingga TNI dan Polri untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak secara maksimal.
Program "INDODAX untuk Indonesia: #PrayForSumatera, Dari INDODAX untuk Sumatera" menjadi bukti nyata kontribusi INDODAX dalam mendukung pemulihan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama dengan Ayobantu dan Asar Humanity, langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan dan memberikan dampak langsung bagi warga yang terdampak di Sumatera.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak
-
Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI
-
Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah
-
Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama
-
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata
-
Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya
-
Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan
-
Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026
-
UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI