- Ekonom UI memprediksi banjir Sumatra akan menurunkan pertumbuhan ekonomi nasional Q4 2025 sekitar 0,05 persen hingga 0,1 persen.
- Tanpa bencana, pertumbuhan ekonomi Q4 2025 seharusnya mencapai target pemerintah sebesar 5,2 persen sesuai prediksi Fithra.
- Menko Perekonomian optimistis pertumbuhan 2026 melebihi 5,4 persen didukung stabilitas makro dan berkurangnya tekanan global.
Suara.com - Ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal Hastiadi memprediksi kalau bencana banjir Sumatra akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal empat (Q4) 2025.
Ia menjelaskan kalau apabila tidak ada bencana yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa sesuai target Pemerintah RI sebesar 5,2 persen.
"Nah di kuartal keempat tahun ini seharusnya tanpa adanya bencana Sumatra itu bisa 5,2 persen harusnya," kata Fithra dalam acara bertajuk Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Fithra mengatakan kalau banjir Sumatra bisa mengoreksi pertumbuhan ekonomi provinsi sekitar 0,8 persen hingga minus 2,5 persen. Sedangkan untuk skala nasional, dampaknya bisa 0,05 persen hingga 0,1 persen.
"Di kuartal keempat mungkin 5,1 persen atau 5,025 persen," lanjut dia.
Kendati begitu Fithra mengatakan kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih tetap di atas jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 10 tahun.
Sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia selama 10 tahun terakhir berkisar 5,07 persen. Jika angkanya nanti 5,1 persen, ia menilai itu masih di atas rata-rata.
Sedangkan di tahun 2026, Fithra memprediksi kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,1 hingga 5,2 persen. Angka ini sedikit di bawah target Pemerintah sebesar 5,4 persen.
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melebihi 5,4 persen di tahun 2026.
Baca Juga: Pakar Top UGM hingga IPB Turun Tangan Usut Banjir Sumatra, Izin Perusahaan di Ujung Tanduk
Ia beralasan kalau pertumbuhan ekonomi meningkat karena stabilitas makro dan berkurangnya tekanan global yang berdampak ke Indonesia beberapa tahun belakangan.
"Pemerintahan sudah berjalan satu tahun, dan alhamdulillah perekonomian masih dalam situasi yang baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen sudah tujuh tahun, artinya Indonesia tumbuh 35 persen dalam tujuh tahun di tengah ketidakpastian global dan berbagai krisis yang sudah kita lalui, termasuk perang tarif," katanya, dikutip dari Antara News, Senin (1/12/2025).
Menko Perekonomian Airlangga menyebut kalau tekanan global sepanjang tahun ini bisa banyak diantisipasi dan semakin terkendali. Menurutnya, stabilitas makro tetap terjaga jika dilihat dari perbaikan kepercayaan konsumen, manufaktur di level ekspansif, hingga penguatan pasar keuangan.
Selain itu nilai tukar dan inflasi juga masih dalam batas aman. Realisasi investasi juga mencapai lebih dari Rp 1.400 triliun dari target Rp 1.900 triliun hingga akhir tahun 2025.
"Berbagai faktor ketidakpastian itu sudah priced-in di tahun ini. Headwind yang berat sudah kita lewati. Karena itu outlook 2026 lebih optimistis, dan kita berharap pertumbuhan di atas 5,4 persen. Tidak ada risiko yang seberat perang Ukraina, Gaza, COVID-19, maupun perang tarif, semuanya sudah dilampaui Indonesia," beber dia.
Berita Terkait
-
Pakar Top UGM hingga IPB Turun Tangan Usut Banjir Sumatra, Izin Perusahaan di Ujung Tanduk
-
Melawan Lesu Global: Ekonomi Indonesia Bidik 5,4% di 2026, Hilirisasi Jadi Senjata Utama!
-
Kementan Minta Publik Kawal Ketat Bantuan Beras 1.200 Ton Senilai Rp16 Miliar untuk Sumatra
-
Mentan Amran Kembali Lepas 153 Truk Bantuan Banjir Sumatra
-
Apa Itu Uang Kartal? Kenali Contoh dan Bedanya dengan Uang Fiat
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Terima Laporan Satu Tahun Danantara, Prabowo: Semoga Bukan Laporan Palsu!
-
Purbaya Klaim Inflasi Tetap Terkendali Jelang Lebaran, Bantah Ekonomi RI Kepanasan
-
Purbaya Buka-bukaan Ungkap Efek Perang AS vs Iran ke Ekonomi RI
-
Tebar Kebaikan Sesama, Ribuan Mitra Gojek Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia
-
BRI Siapkan 175 Bus Gratis bagi Pemudik Lebaran 2026, Pastikan Mudik Lancar dan Aman
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
-
Kementerian ESDM: Pengujian B50 Diprediksi Rampung Maret Ini
-
DPR Sepakat Tunjuk Friderica Widyasari Sari Jadi Ketua DK OJK
-
PLTS Terapung Karangkates Siap Pasok Listrik 100 Ribu Rumah
-
Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?