- Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dipastikan beroperasi saat Nataru 2026 pasca perbaikan kerusakan akibat banjir bandang.
- Kerusakan terparah terjadi pada oprit jembatan di KM 41+600 dan telah selesai diperbaiki sejak 14 Desember 2025.
- PT JMKT memberlakukan sistem contraflow untuk Golongan I guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan di ruas tol tersebut.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengungkapkan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi tetap bisa beroperasi selama masa libur natal dan tahun baru (Nataru) 2026. Ruas tol tersebut sebelum sempat terdampak banjir bandang.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menjelaskan memang banjir yang melanda itu membuat kerusakan di beberapa titik, salah satunya di oprit jembatan yang berlokasi di KM 41+600
Namun, kerusakan itu telah berhasil diperbaiki, sehingga bisa dilalui.
"Kami pastikan bahwa kerusakan yang terjadi di jembatan di KM 41+600 dan di JMKT telah kami tangani," ujar Rivan saat ditemui di kawasan TMII, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Ia mengakui, sebelumnya ruas tol tersebut lumpuh total akibat banjir bandang tersebut. Akan tetapi, kendaraan sudah bisa melewati ruas tol tersebut sejak 14 Desember 2025.
Rivan menjelaskan, kerusakan yang terjadi lebih pada bagian jalan yang menghubungkan badan jalan dengan jembatan atau oprit.
"Kami bersyukur, ini bukan jembatannya, tapi opritnya. Jadi, satu, sekitar 5 meter sebelum jembatan dan sudah dipastikan sudah berfungsi kemarin," katanya.
Untuk diketahui, PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem contraflow di Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT). Kebijakan ini mulai diterapkan hari ini sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan volume kendaraan.
Mengacu pada informasi dari akun Instagram resmi JMKT, penerapan contraflow dilakukan atas diskresi kepolisian guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di ruas tol tersebut.
Baca Juga: Jasa Marga Pastikan Ruas Tol Japek II Tak Dioperasikan pada Libur Nataru
Contraflow diberlakukan di jalur MKTT mulai Km 41+800 hingga Km 39+300, dengan panjang penanganan mencapai 12,5 kilometer. Rekayasa lalu lintas ini khusus diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I non-bus.
Manajemen JMKT menjelaskan, kendaraan dari arah Tebing Tinggi diarahkan masuk ke jalur contraflow di Km 41+800. Sementara kendaraan dari arah Kualanamu diarahkan masuk ke jalur contraflow melalui Km 6.
Adapun untuk kendaraan besar, JMKT melakukan pengaturan tersendiri. Kendaraan dari arah Tebing Tinggi dialihkan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Kenci, sedangkan kendaraan dari arah Kualanamu diarahkan keluar melalui GT Lubuk Pakam.
Pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima demi keselamatan dan kenyamanan selama melintas di Ruas Tol MKTT.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram