- Menteri Keuangan Purbaya mengalokasikan Rp 60 triliun untuk pemulihan banjir Sumatra tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi.
- Anggaran pemulihan, termasuk pembangunan perumahan, diprediksi justru dapat memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi tambahan.
- Kemenkeu mendorong pemanfaatan skema SMI serta siap memberikan keringanan atau pembebasan kewajiban infrastruktur terdampak bencana.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran Rp 60 triliun untuk pemulihan bencana banjir Sumatra tak mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menkeu Purbaya menilai kalau bencana banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat itu memang memperlambat laju ekonomi. Hanya saja anggaran yang disediakan justru bisa memperbaiki pertumbuhan.
"Kalau dihitung-hitung, betul-betul bisa mendorong sedikit. Memang kan lost di sana, tetapi ada pembangunan perumahan dan lain-lain. Itu akan ada pertumbuhan ekonomi tambahan," kata Purbaya, dikutip dari Antara, Rabu (17/12/2025).
Bendahara Negara menjelaskan bahwa aktivitas pembangunan kembali seperti perumahan dan berbagai infrastruktur bakal mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Dalam pembangunan kembali usai bencana, Purbaya menyebut ada uang tambahan yang dibelanjakan di setiap daerah. Sehingga dampak terhadap pertumbuhan ekonomi tidak terlalu negatif.
Tak hanya itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turut mendorong pemanfaatan skema yang sudah ada seperti pinjaman pemerintah daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI untuk pembangunan infrastruktur yang rusak, seperti jembatan dan jalan.
Ia menekankan bahwa pemerintah siap memberikan keringanan hingga pembebasan kewajiban apabila infrastruktur tersebut hilang atau hancur akibat bencana.
"Kita lihat kalau infrastrukturnya sudah hilang, ya kita bebasin. Tetapi, kalau masih ada, akan dikurangi sesuai dengan kondisi daerahnya. Kalau jembatannya masih utuh, masa dibebasin. Kita akan lihat kondisinya, tetapi kita siap untuk mengenolkan," jelasnya.
Mantan Ketua LPS ini juga memastikan anggara penanganan bencana seperti pembangunan rumah sementara dan permanen telah tersedia. Dana ini disediakan lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan bisa ditambah apabila diperlukan.
Baca Juga: Galang Dana Lewat Nyanyi, Iis Dahlia: Musisi Itu Selalu Punya Hati dan Terdepan Bantu Korban
Adapun BNPB telah mengajukan anggaran tambahan Rp 1,6 triliun, dengan sekitar Rp 1,3 triliun masih dapat dipakai.
"Kalau dari BNPB anggarannya ada karena kan dipersiapkan BNPB. Masih ada (anggaran), sudah ngajuin Rp 1,6 triliun tambahan, masih ada Rp 1,3 triliun lagi jika diperlukan. Untuk tahun depan, sudah ada tinggal mereka buat program," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Galang Dana Lewat Nyanyi, Iis Dahlia: Musisi Itu Selalu Punya Hati dan Terdepan Bantu Korban
-
BRI Peduli Hadir untuk Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra, Salurkan Donasi di Lebih 40 Lokasi
-
Purbaya Siapkan Rp 60 T Tangani Banjir Sumatra, Diambil dari Anggaran Program-Rapat Tak Jelas
-
Menkes Kirim 600 Dokter ke Aceh Mulai Pekan Depan, Fokus Wilayah Terisolasi
-
Kejar Daya Saing Ekonomi Berbasis Inovasi, UNSIALLDikti Dorong Kampus Masuk Peringkat Global WURI
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026