- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap anggaran kementerian sebesar Rp 4,35 triliun dialokasikan untuk membiayai sejumlah program listrik PLN.
- Dana Rp 4,35 triliun itu ditujukan membiayai sejumlah program di antaranya program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik bagi masyarakat yang tidak mampu.
- Anggaran diberikan karena infrastruktur dan sumber daya PLN yang paling mendukung untuk menggunakannya.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap anggaran kementerian sebesar Rp 4,35 triliun dialokasikan untuk membiayai sejumlah program listrik PLN.
Bahlil menjelaskan alokasi anggaran itu bersumber dari anggaran tambahan (DIPA Perubahan) atas Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp6,28 triliun.
"Kami menyampaikan bahwa dari total Rp6,28 triliun, ada sekitar Rp4,35 triliun yang itu menjadi penugasan ke PLN," kata Bahlil saat rapat kerja bersama Anggota Komisi XII DPR RI di di kompleks parlemen, Jakarta pada Selasa (11/11/2025).
Bahlil menjelaskan anggaran diberikan karena infrastruktur dan sumber daya PLN yang paling mendukung untuk menggunakannya. Selain itu anggaran tambahan tersebut baru diterima Kementerian ESDM pada Agustus lalu.
"Penugasan ini kami berikan kepada ke PLN, karena kami anggap bahwa waktunya pendek, dan mereka yang mempunyai infrastruktur," kata Bahlil.
Saat ini proses tender dari alokasi anggaran itu telah berjalan pada September-Oktober.
Adapun dana sebesar Rp 4,35 triliun itu ditujukan untuk membiayai sejumlah program listrik di antaranya program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat yang tidak mampu.
Sebelumnya Bahlil di rapat yang sama menerangkan realisasi anggaran Kementerian ESDM hingga 10 November 2025 baru mencapai 31,12 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 14,1 triliun.
Dia menjelaskan bahwa anggaran yang diterima Kementerian ESDM, terbagi dua tahap, pertama APBN Induk sebesar Rp6,98 triliun, dan kedua anggaran tambahan (DIPA Perubahan) atas Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
Baca Juga: Ratusan Warga Prasejahtera di Banten Sambut Bahagia Sambungan Listrik Gratis dari PLN
"Dalam APBN Induk, pagu yang kami miliki sebesar Rp 8,4 triliun. Namun karena hasil efisiensi, kami mengembalikan Rp 696,88 miliar ke kas negara. Sehingga total pagu menjadi Rp 7,84 triliun," kata Bahlil.
Untuk anggara yang berasal dari APBN induk, realisasinya telah mencapai 65 persen. Bahlil pun optimis hingga akhir Desember nanti realisasinya akan mencapai 94 persen.
Lebih lanjut, pada Agustus, Kementerian ESDM mendapatkan anggaran tambahan sebesar Rp6,28 triliun. Anggaran itu untuk membiayai beberapa program strategis, seperti listrik desa dan listrik gratis, pembangunan pipa gas, hingga jaringan gas rumah tangga (jargas).
Karena anggarannya baru diberikan pada Agustus, proses tender baru berjalan pada September-Oktober.
"Nah sekarang baru penyerapannya kurang lebih sekitar 2,48 persen di bulan November," kata Bahlil.
Secara keseluruhan, realisasi anggaran Kementerian ESDM dari pagu anggaran induk dan tambahan baru mencapai 31,12 persen hingga November 2025.
Berita Terkait
-
Realisasi Anggaran Kementerian ESDM Baru 31 Persen, Ini Penjelasan Bahlil ke DPR
-
Pendapatan Negara Seret, Bahlil Pertimbangkan Segera Buka Lagi Freeport
-
Dorong Pertumbuhan Industri, PLN Teken PJBTL 1.800 MVA di Jawa Barat dan Jawa Tengah
-
PLN Perkuat Transformasi SDM di Forum HAPUA WG5 ke-13 untuk Dukung Transisi Energi Berkelanjutan
-
PLN Resmikan Dua SPKLU Center Pertama di Jakarta untuk Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
-
Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi