- Greenhope memperkenalkan pelapis sampah berbasis sari pati singkong sebagai solusi praktis pengganti penutup tanah di TPA.
- Inovasi ini dirancang untuk terurai alami dalam tiga bulan tanpa residu mikroplastik berbahaya, serta telah diuji coba di TPA Pekalongan.
- Teknologi ini mendukung petani lokal melalui pembelian singkong dengan harga premium dan lebih ekonomis.
“Harganya sekitar seperempat dari penggunaan tanah dan tidak memerlukan alat berat. Dua orang saja sudah cukup untuk pemasangan,” jelas Tommy. Metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena menghilangkan kebutuhan akan aktivitas penggalian atau penggundulan lahan di tempat lain hanya untuk mengambil tanah urukan sebagai penutup sampah.
Teknologi inovatif ini sudah mulai diuji coba secara parsial di TPA Pekalongan sejak November 2025. Proses ini menjadi langkah awal untuk melihat efektivitas material dalam skala besar sebelum diterapkan secara nasional.
Meskipun menggunakan pelapis organik, prosedur penutupan permanen tetap akan dilakukan sesuai standar operasional jika TPA sudah mencapai kapasitas maksimalnya.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil karya anak bangsa ini.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup akan terus mendukung setiap inovasi yang memberikan solusi nyata bagi problematika sampah di tanah air, terutama dalam upaya transformasi pengelolaan sampah dari sistem terbuka menjadi lebih terstandarisasi.
“Tidak ada alasan bagi kami untuk menghambat inovasi yang baik. Solusi seperti ini penting untuk mendorong transformasi TPA dari sistem open dumping menjadi controlled landfill hingga sanitary landfill, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008,” ujarnya.
Pemerintah menyatakan sangat terbuka terhadap berbagai pendekatan teknologi yang berbasis kajian ilmiah, mulai dari Waste-to-Energy (WTE), Refuse Derived Fuel (RDF), hingga produk-produk biodegradable seperti yang dikembangkan oleh Greenhope.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
BRI Hadirkan ORI030 untuk Investasi ORI dengan Kupon Tetap Bulanan
-
Jembatan Enang-enang Hasil Patungan Rakyat Aceh Rp1 M Ditutup, Menteri PU Nilai Struktur Belum Kuat
-
Purbaya Akan Minta Penjelasan Kemenhan soal Anggaran Rudal Brahmos India
-
LNG Murah Industri hanya Berlaku hingga 31 Desember
-
BBM Shell Masih Kosong Hingga Saat Ini, Anak Buah Bahlil: Cerita Lama!
-
Mitra Binaan Batik BNI Meriahkan Pameran Puspa Nuswantara 2026
-
Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu
-
Emas Anjlok, Dolar Perkasa! Investor Disarankan Pantau Rasio Emas Sebelum Ambil Keputusan
-
Emiten RANS Dirumorkan Jadi Perusahaan Pencucian Uang, Apa Kata Raffi dan Nagita Slavina?
-
Butuh 2,5 Juta Ton Per Tahun untuk B50, Pemerintah Bangun Pabrik Metanol