- Pemkot Tangerang Selatan merespons viralnya tumpukan sampah di Flyover Ciputat dengan mengerahkan satgas dan 15 armada tambahan.
- Masalah utama muncul karena produksi sampah harian 1.300 ton melebihi kapasitas olah 1.050 ton per hari.
- Pemkot melakukan sterilisasi darurat dan merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah sebagai solusi jangka panjang.
Suara.com - Pemandangan tumpukan sampah yang menggunung di area flyover Ciputat, Tangerang Selatan, yang sempat viral dan menuai keluhan tajam dari warga, akhirnya menemui titik terang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan memulai aksi cepat dengan mengerahkan armada tambahan dan satuan tugas khusus untuk mengangkut sampah yang telah berhari-hari meresahkan tersebut.
Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas krisis sampah yang tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menimbulkan ancaman kesehatan serius bagi masyarakat sekitar.
Di tengah sorotan publik, Pemkot Tangsel secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Permohonan maaf tulus tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin.
"Bapak Wali Kota menyadari dan merasakan betul betapa tidak nyamannya kondisi ini bagi warga. Tumpukan sampah yang tinggi, bau menyengat, hingga ancaman kesehatan dari air lindi adalah masalah serius. Beliau menegaskan bahwa kenyamanan dan kesehatan lingkungan warga adalah prioritas utama kami," ujar Asep dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).
Asep tidak menampik adanya masalah fundamental dalam pengelolaan sampah di kota satelit Jakarta ini.
Ia memaparkan data bahwa produksi sampah harian warga Tangsel telah mencapai angka fantastis, yakni 1.200 hingga 1.300 ton. Sementara itu, kapasitas angkut dan olah yang dimiliki pemerintah saat ini hanya berada di angka 1.050 ton per hari.
Adanya defisit atau selisih ratusan ton setiap harinya inilah yang terakumulasi dan akhirnya "meledak" menjadi tumpukan liar di berbagai fasilitas publik, termasuk di Ciputat.
Baca Juga: Darurat Sampah, Terpal Jadi Andalan Pemkot Tangsel
Sebagai langkah darurat yang paling dinantikan warga, Pemkot Tangsel kini telah mengambil tindakan konkret di lapangan.
Sebuah Satuan Tugas Khusus dibentuk bersama pengerahan 15 armada truk tambahan yang difokuskan untuk menyisir dan mengangkut tumpukan sampah di titik-titik vital.
Kemudian sterilisasi lingkungan yaitu area yang telah dibersihkan langsung disemprot dengan Bio-Desinfektan untuk menetralkan air lindi yang berbahaya dan menghilangkan bau. Kemudian penempatan personel gabungan di lokasi rawan untuk mencegah pembuangan liar.
"Tidak ada lagi toleransi untuk pembuangan sampah sembarangan di fasilitas publik," kata Asep.
Meski demikian, Pemkot Tangsel menegaskan bahwa pengerahan truk tambahan ini hanyalah solusi jangka pendek untuk meredam gejolak.
Akar masalah kelebihan kapasitas sampah sedang ditangani melalui proyek strategis jangka panjang, yakni pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ambisius ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen.
Berita Terkait
-
Darurat Sampah, Terpal Jadi Andalan Pemkot Tangsel
-
Rano Karno Minta Warga Jakarta Berbenah: Stop Buang Sampah ke Sungai!
-
Gaya Hidup Ramah Bumi: Perpanjang Umur Barang, Kurangi Sampah, Hidup Lebih Sustainable
-
Sadis! Komplotan Perampok di Tangsel Keroyok Korban, Disekap di Mobil Sambil Dipaksa Cari Orang
-
Ratu Maxima Terkejut Ada Bank Terima Bayar KPR Lewat Sampah, Gimana Mekanismenya?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ekspor Mineral RI Sempat Mandek! Istana Kini Bergerak, Aturan Logam Tanah Jarang Segera Terbit
-
Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris
-
Dukungan Indonesia Cs Gak Ngaruh! Gianni Infantino Diminta Mundur atau Dilengserkan
-
Isuzu Traga Disulap Menjadi Mobile Beauty Salon di Pameran GIIAS 2026
-
Mahfud MD Klarifikasi Video Viral 'Reformasi Jilid 2' di Agustus Ini, Ini Fakta di Baliknya
-
BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026
-
Berlatar London Abad ke-19, Film ke-46 Doraemon Tayang Musim Semi 2027
-
Siapkah Indonesia Terapkan E-Voting di Pemilu 2029? Ini Syarat Mutlak dari Komisi II DPR RI
-
Sayembara Tangkap Begal Disorot, Kini Dedi Mulyadi Ajak Warga Buru Penjual Tramadol
-
Ekspor Komoditas Mengandung Logam Tanah Jarang Diizinkan Kembali, Aturan Masih Disusun