- Kesadaran kesehatan mendorong permintaan furnitur ergonomis di Indonesia.
- Meja yang dapat disesuaikan kini dianggap investasi penting untuk produktivitas jangka panjang.
- All For Work fokus pada edukasi paso dan produk inovasi untuk mendukung kerja modern.
Suara.com - Fenomena meningkatnya jumlah pekerja kantoran dan pekerja jarak jauh yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar telah memicu pergeseran konsumsi furnitur konvensional ke solusi ergonomis.
Tren ini tidak lagi dipandang sebagai gaya hidup semata, melainkan investasi aset sumber daya manusia (SDM) untuk menjaga produktivitas jangka panjang. Salah satu produk yang menjadi motor pertumbuhan industri ini adalah meja kerja yang dapat disesuaikan atau meja kerja dengan ketinggian yang dapat diatur.
Business Head All For Work, Kevin Pratama Jaya, mengungkapkan adanya perubahan makna pada dinamika passing. "Pasar sedang bergerak, pencarian di internet meningkat peset. Dulu meja yang dapat disesuaikan dianggap barang mahal dan niche , sekarang menjadi kebutuhan penting untuk tim yang ingin tetap sehat dan fokus," ujarnya.
Secara ekonomi, penerapan teknologi ergonomi oleh perusahaan merupakan langkah strategis untuk menekan risiko kerugian akibat masalah kesehatan karyawan, seperti kelelahan dan nyeri pinggang, yang secara langsung berdampak pada efisiensi operasional.
Head of Marketing All For Work, Rasendrya Dafarel Abinaya, menekankan bahwa inovasi ini membentuk standar baru dalam lingkungan kerja modern, terutama di kota-kota besar. Strategi edukasi paso yang dilakukan pelaku industri kini lebih mengedepankan aspek kesehatan dibandingkan sekadar promosi harga.
Dengan matangnya ekosistem kerja hybrid , meja yang dapat disesuaikan diprediksi akan menjadi standar industri di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Tren ini diyakini akan membuka gerbang bagi inovasi turunan lainnya, seperti pengaturan kantor cerdas yang terintegrasi, kursi ergonomis tingkat lanjut dan solusi interior khusus untuk efisiensi ruang kerja di rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat