- Penentuan UMP DKI Jakarta 2026 menggunakan formula baru dengan rentang nilai Alfa naik menjadi 0,5 hingga 0,9.
- Kenaikan UMP DKI Jakarta 2026 diprediksi berada antara Rp272.239 hingga Rp382.239 dari angka sebelumnya.
- Kepastian hukum mengenai UMP harus disahkan oleh gubernur selambat-lambatnya tanggal 24 Desember 2025.
Suara.com - Jakarta, sebagai episentrum ekonomi dan magnet metropolitan terbesar di Indonesia, kini tengah berada dalam tensi tinggi penantian.
Para pekerja di rentang usia produktif 18-45 tahun, yang menjadi tulang punggung penggerak ekonomi ibu kota, menaruh harapan besar pada keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2026.
Pembahasan mengenai upah tahun depan tidak lagi sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah perubahan struktural yang fundamental.
Pemerintah telah menyepakati aturan main baru dalam menentukan standar upah minimum. Komponen utama dalam rumus ini tetap bersandar pada data makroekonomi, namun dengan modifikasi pada variabel bobot kontribusi pertumbuhan ekonomi atau yang dikenal dengan istilah Alfa.
Secara matematis, rumus kenaikan upah ditetapkan sebagai berikut:
Kenaikan UMP = Inflasi} + (Pertumbuhan Ekonomi:alfa)
Hal yang paling mencolok dari kebijakan terbaru ini adalah revisi terhadap rentang nilai Alfa. Jika merujuk pada regulasi sebelumnya, yaitu PP Nomor 51 Tahun 2023, nilai Alfa dipatok sangat rendah pada kisaran 0,1 hingga 0,3.
Namun, berdasarkan aspirasi serikat pekerja dan pertimbangan kondisi riil di lapangan, rentang nilai Alfa ditingkatkan secara signifikan menjadi 0,5 hingga 0,9.
Peningkatan angka indeks ini secara otomatis akan mendongkrak persentase kenaikan upah akhir meskipun angka pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
Baca Juga: Demo di Balai Kota, Buruh Jakarta Tagih Janji 'Manusiakan Pekerja' Lewat UMP Rp5,8 Juta
Berrdasarkan data saat ini, UMP DKI Jakarta tercatat sebesar Rp5.396.761. Dengan menggunakan asumsi inflasi nasional yang berada di angka 2,5 persen dan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen, kita dapat melihat dua skenario utama berdasarkan nilai Alfa yang mungkin disepakati oleh Dewan Pengupahan:
1. Skenario Konservatif (Alfa 0,5)
Dalam skenario ini, kontribusi pertumbuhan ekonomi terhadap kenaikan upah diambil pada titik terendah dari rentang baru.
Nilai Kenaikan: Sekitar Rp272.239.
Proyeksi UMP 2026: Rp5.669.000.
2. Skenario Optimis (Alfa 0,9)
Skenario ini merupakan angka yang diperjuangkan oleh kelompok buruh untuk menyeimbangkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Jakarta.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Perluas Akses Hunian Layak bagi MBR
-
Apa Itu 'Safe House' dalam Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
-
Kode SWIFT BSI dan Panduan Lengkap Transaksi Internasional
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia