Suara.com - Smesco Indonesia telah menyelenggarakan event kolaboratif bertajuk “In House” pada Selasa, 23 Desember 2025, di Smesco Startup Hub, Lantai 3 Gedung Smesco. Acara ini menjadi ruang temu produktif bagi startup, komunitas kreatif, dan pelaku wirausaha dengan konsep productive hangout dan networking yang mendorong interaksi terbuka, inklusif, serta dilengkapi penampilan musik dari DJ sebagai pelengkap suasana.
Salah satu agenda utama adalah sesi QuickPitch dengan format 5 pembicara dalam 5 menit. Sesi ini menghadirkan insight, solusi, serta peluang kolaborasi bagi startup dan UMKM. Mitra pendukung yang terlibat antara lain Majoo, Ruang&, MWX, dan BATPay.
Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Smesco dalam memperkuat jejaring kolaborasi.
“In House kami hadirkan sebagai ruang temu yang relevan dan tidak kaku. Di sini, ide bertemu peluang, dan jejaring dapat berkembang menjadi kerja sama nyata bagi UMKM dan startup,” ujarnya.
Event “In House” dihadiri oleh undangan terkurasi dari berbagai latar belakang. Kegiatan ini menegaskan peran Smesco sebagai penghubung antara pelaku usaha dan para pemangku kepentingan.
Smesco berharap kolaborasi yang terbangun melalui “In House” dapat berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan inovasi serta daya saing UMKM Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pemasaran Smesco, Astika Kasiro menjelaskan, pada pertemuan perdana ini, sebanyak 15 startup hadir dan berpartisipasi aktif. Ke depan, kolaborasi ini akan semakin diperluas seiring adanya data dari Kementerian UMKM yang mencatat terdapat 737 inkubator bisnis di bawah Deputi Kewirausahaan yang akan mulai digarap satu per satu pada 2026.
"Ini adalah wadah untuk mengumpulkan startup agar mereka punya ruang bertemu, saling terkoneksi, dan berkolaborasi," ujar Kepala Divisi Pemasaran Smesco, Astika Kasiro.
Beragam startup yang terlibat memiliki program dengan fokus berbeda. Salah satunya startup yang menyediakan aplikasi kasir bisnis seperti layanan Point of Sale (POS gratis bagi UKM, khususnya sektor mikro. Ada pula startup dengan program berbayar yang menyasar UKM menengah ke atas, serta startup berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang membantu UKM dalam pengelolaan data dan keuangan tanpa perlu proses manual. Selain itu, tersedia pula startup yang menyediakan ruang komunitas sebagai tempat berkumpul dan berjejaring.
Baca Juga: Startup Blockchain NUSA Finance Gandeng LISK, Permudah Anak Muda Akses Investasi Digital
Program ini tidak bersifat satu kali. Smesco menargetkan keberlanjutan mulai 2025 dan akan diperkuat pada 2026 melalui program in-house yang digelar 12 kali dalam setahun atau satu kali setiap bulan. Setiap sesi akan menghadirkan startup yang berbeda dengan format singkat dan efektif, yakni lima pembicara dengan durasi lima menit per sesi.
Kolaborasi ini juga dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi UMKM. Smesco memiliki database sekitar 103.000 UMKM yang telah terdata dan dikurasi. Program-program dari startup akan dikoneksikan langsung dengan UMKM sesuai kebutuhan, baik melalui database internal maupun jaringan dinas koperasi dan UKM di seluruh Indonesia.
Secara teknis, startup menawarkan program, kemudian Smesco membuka akses kepada UMKM yang membutuhkan. Promosi juga dilakukan melalui media sosial agar jangkauan semakin luas. UMKM yang terlibat mencakup berbagai skala, mulai dari mikro hingga usaha besar.
Menariknya, harga layanan yang diterima UMKM merupakan harga khusus. Bahkan, untuk UMKM mikro, sejumlah layanan dapat diakses secara gratis, khususnya fitur dasar seperti POS. Untuk level selanjutnya, tersedia paket berbayar dengan harga terjangkau yang sudah mencakup laporan keuangan dan sistem pendukung lainnya.
“Untuk UMKM mikro, bahkan bisa gratis. Ini bagian dari upaya kami mendorong UMKM naik kelas melalui kolaborasi dengan startup,” jelas Astika.
Melalui inisiatif ini, Smesco berharap ekosistem startup dan UMKM di Indonesia dapat tumbuh bersama secara berkelanjutan, saling menguatkan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional.***
Tag
Berita Terkait
-
Satu dari Tiga Pemimpin Bisnis Global Adalah Perempuan, Tapi Modal Masih Jadi Kendala
-
Kolaborasi Tiga Pemimpin Visioner, Bantu Startup Indonesia Naik Kelas
-
Atasi ketimpangan, Startup Dilibatkan untuk Ciptakan Solusi Permanen Bagi Kemiskinan Pesisir
-
Kisah Inspiratif Wook Lee, Pemimpin Visioner di Balik Tokenisasi Global
-
OpenAI Jadi Perusahaan Swasta Termahal di Dunia
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar
-
KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar
-
Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?
-
Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen
-
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026
-
HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel
-
Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh
-
Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan
-
Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini
-
Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut