- Prof. Didin: MBG ubah haluan ekonomi dari infrastruktur ke pembangunan kualitas SDM.
- MBG kurangi pengeluaran siswa Rp15 ribu/hari dan ringankan beban ekonomi orang tua.
- Program MBG beri insentif tambahan bagi guru honorer dan tingkatkan kedisiplinan siswa.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama hampir satu tahun kini mulai menuai apresiasi luas, bukan sekadar sebagai program jaring pengaman sosial, melainkan sebagai mesin perubahan haluan ekonomi nasional.
Program ini dinilai berhasil menggeser paradigma pembangunan Indonesia dari yang semula hanya mengejar angka pertumbuhan infrastruktur ke arah penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pendiri Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Prof. Dr. H. Didin S. Damanhuri, menegaskan bahwa MBG adalah manifestasi dari human resource economics. Menurutnya, Indonesia kini mulai meninggalkan prinsip pertumbuhan "at all cost" dan beralih fokus pada investasi jangka panjang manusia.
"Kalau MBG konsisten, ini akan menggeser pemikiran ekonomi di Indonesia. Biasanya strateginya pertumbuhan setinggi-tingginya lewat infrastruktur besar-besaran, tapi ini memperbaiki ketimpangan gizi dan pendidikan," ujar Prof. Didin saat memberikan tinjauan ekonomi satu tahun perjalanan MBG.
Prof. Didin menambahkan bahwa intervensi gizi negara yang menyasar 50% masyarakat kelas bawah merupakan langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan sosial. Secara makro, peningkatan kualitas gizi akan berbanding lurus dengan produktivitas nasional di masa depan, menciptakan fondasi ekonomi yang lebih inklusif dan merata.
Transformasi ini terasa nyata di institusi pendidikan, salah satunya di SMAN 1 Taraju, Tasikmalaya. Alfi Alfian, siswa kelas XI, mengaku pola konsumsinya berubah drastis dari sekadar jajan cireng menjadi makan dengan menu lengkap bergizi. Kebiasaan ini tidak hanya memperbaiki kesehatan siswa, tetapi juga meringankan beban finansial orang tua.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Taraju, Nurhayati, mencatat adanya penurunan pengeluaran harian siswa rata-rata Rp12.000 hingga Rp15.000.
“Kehadiran siswa meningkat karena mereka merasa terbantu. Dengan gizi yang sehat, semangat mereka untuk sekolah tumbuh. Efek jangka panjangnya adalah perbaikan kesehatan dan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” jelas Nurhayati.
Menariknya, MBG juga memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ekosistem sekolah. Program ini memberikan insentif tambahan bagi guru-guru honorer yang terlibat dalam kelancaran penyaluran makanan. Hal ini secara langsung meningkatkan pendapatan mereka di luar gaji rutin, menjadikan MBG sebagai tulang punggung baru dalam kesejahteraan tenaga pendidik di sekolah.
Baca Juga: JPPI Terima Aduan Sekolah di Banten Diduga Palak SPPG Rp1.000 per Siswa Tiap Hari
Dengan keberhasilan tahun pertama ini, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan kualitas program agar visi besar transformasi ekonomi berbasis SDM dapat tercapai sepenuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun